27. MEMIKIRKAN KEKEKALAN

MENGAPA PENGALAMAN dengan Tuhan yang berkualitas tinggi tidak bisa dialami oleh mereka yang tidak dewasa rohani? Sebab orang Kristen yang tidak dewasa tidak memikirkan dengan serius bagaimana mencapai kehidupan yang sungguh-sungguh berkenan kepada Tuhan dan tidak menggumuli realitas kekekalan. Fokus hidup mereka adalah kehidupan hari ini, sehingga mereka tidak melihat perkara-perkara rohani yang memiliki value jauh di atas perkara-perkara duniawi yang fana. Tentu saja mereka tidak mengerti “bahasa Tuhan”, sebab mereka tidak menangkap Firman Tuhan.1 Mereka tidak dapat menangkap Firman Tuhan sebab mereka tidak setia dalam hal mammon yang tidak jujur, artinya mereka materialistis.2 Kata “Firman Tuhan” dalam Yohanes 8:43 tersebut adalah logos (yaitu pengertian kebenaran secara kognitif atau nalar melalui mendengar atau membaca). Kata “menangkap” dalam Yohanes 8:43 adalah akouo (ἀκούω), yang artinya mendengar dengan teliti atau seksama. Seseorang tidak akan mendengar secara teliti atau seksama kalau tidak tertarik atau tidak mengerti apa yang didengarnya. Hal ini sama dengan seorang murid atau seorang anak yang tidak mengerti apa yang dikatakan guru maupun orang tuanya, sebab ia tidak tertarik terhadap apa yang mereka katakan.

Tidak sedikit orang-orang Kristen yang tidak mampu mengerti Firman Tuhan secara logos. Ini yang dikatakan Tuhan Yesus bahwa “mereka tidak menangkap Firman Tuhan”. Hal ini juga disebabkan karena mereka terbiasa mendengar ajaran yang hanya menyenangkan telinga saja. Pikiran mereka telah dibutakan oleh ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Kalau Firman Tuhan secara logos tidak dimengerti, maka pengalaman-pengalaman hidup yang di dalamnya Tuhan berbicara (rhema) pasti mereka tidak mengerti. Rhema adalah Firman Tuhan -yang berasal dari suara Tuhan berdasarkan kebenaran Firman secara logos- yang dipahami seseorang. Tuhan tidak bisa berbicara untuk menasihati dan menegor orang Kristen yang tidak menangkap Firman-Nya (logos). Kalau Firman secara logos tidak mampu ditangkap, maka Firman Tuhan secara rhema juga tidak akan bisa ditangkap. Orang-orang seperti ini tidak dapat dididik oleh Tuhan, tentu tidak akan dapat bertumbuh menjadi manusia sesuai rancangan Allah. Percuma mereka ke gereja, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan karena tidak bisa “nyambung dengan Tuhan”. Pikiran mereka pasti tertuju kepada perkara-perkara duniawi, bukan masalah kekekalan.

Orang-orang yang tidak memikirkan kekekalan adalah orang yang tidak serius menghadapi hidup. Mereka tidak bisa bersama dengan Tuhan mengalami penggarapan guna memiliki nurani Ilahi. Orang-orang seperti ini –bagaimanapun- tidak akan dapat “nyambung” dengan Tuhan. Sulit bagi Tuhan untuk berurusan dengan mereka. Orang-orang Kristen yang dalam waktu lama tidak mengerti Firman secara logos -dan tidak dapat mengalami pembentukan Tuhan karena tidak akan memahami suara Tuhan (rhema)- sampai pada level tertentu tidak bisa diubah atau dibentuk sama sekali. Inilah orang-orang yang menyia-nyiakan keselamatan yang Tuhan sediakan bagi mereka. Orang Kristen yang dewasa adalah orang Kristen yang menggumuli bagaimana memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dan memikirkan kekekalan.3 Tuhan dapat membawa mereka kepada pengalaman-pengalaman bersama Tuhan untuk membentuk nurani mereka guna memiliki nurani Ilahi. Inilah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan yang menghargai “barang yang kudus”.4 Mereka layak menerima apa yang terbaik, yang disediakan Tuhan bagi orang percaya.

Ketika Tuhan berkenan membangun hubungan dengan seseorang secara khusus -sehingga orang itu memiliki pengalaman dengan Tuhan dalam kualitas tinggi- berarti Tuhan memercayakan diri-Nya kepada orang tersebut. Dalam Yohanes 2:23-24 Alkitab menulis: “Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua.” Ayat ini menunjukkan bahwa banyak orang yang mengaku percaya kepada-Nya, tetapi Tuhan tidak mau berurusan dengan mereka sebab percaya mereka bukanlah percaya yang benar. Kasihan sekali, banyak orang merasa sudah percaya kepada Tuhan dan merasa bahwa mereka sedang berurusan dengan Tuhan, padahal tidak, sebab mereka masih mengarahkan pikiran mereka kepada perkara-perkara duniawi.

1) Yohanes 8:43; 2) Lukas 16:11; 3) 2Korintus 5:1-7; 4) Matius 7:6

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.