27. Bukan Sekadar Beragama Kristen

RIBUAN BAHKAN JUTAAN orang Kristen telah tertipu oleh filsafat yang salah tentang hidup kekristenannya. Mereka puas dengan kesetiaan kekristenan mereka yang dangkal. Mereka merasa puas bahwa tidak pindah agama, mereka puas karena mereka tidak beralih kepada kepercayaan lain. Mereka tetap menjadi orang Kristen dan melakukan berbagai kegiatan rohani. Mereka merasa puas dengan semua itu. Padahal yang Tuhan kehendaki adalah kesetiaan yang benar. Kesetiaan bukan hanya tetap percaya kepada Yesus. Kesetiaan Kristiani bukan hanya makin cakap melakukan pekerjaan-pekerjaan gereja atau kegiatan-kegiatan rohani. Kesetiaan Kristiani bukan hanya tetap menjadi orang Kristen fanatik dengan kepercayaannya tetapi pertumbuhan yang konsisten.1

Kehidupan kekristenan adalah proses yang melibatkan seluruh kehidupan kita dan segenap waktu kita. Dalam hal ini perlu diketahui dan diterima bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita adalah bagian dari proses pemuridan.2 Segenap waktu kita, yaitu sepanjang umur hidup kita dan 24 jam waktu kita dalam sehari adalah jangka waktu pendidikan kita. Untuk ini kita harus memanfaatkan setiap waktu untuk belajar menjadi murid Tuhan yang baik.3

Esensi amanat agung Tuhan Yesus adalah panggilan untuk menjadi murid Tuhan bagi mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Jiwa dan isi amanat agung ini harus dimengerti betul dan diterima dengan lapang. Yesus memanggil manusia bukan sekadar menjadi seorang beragama. Beragama Kristen, masuk ke dalam gereja dan mengikuti ritual. Jadi, setiap orang Kristen harus menjadi murid yang didewasakan atau disempurnakan. Kurang dari ini, berarti luncas, tidak kena sasaran, tidak mengenal kebenaran. Keluncasan ini menghasilkan kekristenan yang miskin dan dangkal. Kekristenan seperti itu hanyalah sebuah keberagamaan yang mati. Keberagamaan yang tidak memiliki hakikat ibadah yang sesungguhnya. Bila terjadi demikian, itu berarti rencana agung Tuhan tidak terealisir dalam hidup orang percaya.

Kekristenan yang tidak mengenal pemuridan adalah kekristenan yang tidak akan bertumbuh. Ini berarti sebuah kekristenan yang stagnasi, tidak dinamis dan tidak bertumbuh normal di mata Allah. Panggilan untuk bertumbuh ini haruslah disambut dengan sikap positif. Bukan sebagai tekanan atau tuntutan yang berat. Panggilan ini merupakan kesempatan yang mulia dan indah. Kehormatan yang tiada duanya. Adalah kehormatan yang jauh melebihi segala kehormatan untuk dilayakkan menjadi murid Tuhan Yesus. Sebab di dalamnya orang percaya diberi kesempatan untuk mewarisi segala yang mulia dan indah dari Allah bagi kelimpahan manusia.4

Banyak gereja sibuk dengan segala kegiatan gerejani yang kelihatannya aktif dan rohani, bertendensi kepada pekerjaan Tuhan, tetapi sebenarnya telah luncas. Gereja-gereja tersebut tidak melaksanakan pekerjaan Tuhan, tetapi melaksanakan pekerjaannya sendiri dengan visi-visi gerejani yang tidak membawa jemaat kepada proyek pemuridan. Kalaupun ada pemuridan, pengajaran yang diajarkan tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Dengan keadaan gerejani tersebut, gereja semakin berwarna duniawi dan agamani. Kegiatan-kegiatan tersebut telah membuat jemaat dan aktivisnya tenggelam ke dalam berbagai kesibukan yang sia-sia dan kelelahan yang percuma. Tentu saja sebagai akibatnya, proses pemuridan tidak terselenggara sebagaimana mestinya. Akhirnya kekristenan semacam itu membuat orang Kristen jenuh dengan gereja.

Harus dimengerti bahwa yang membedakan gereja yang benar dengan agama di luar gereja adalah hal pemuridan. Bukan pada kegiatan-kegiatan keberagamaannya, bukan pula pada syariat-syariat lahiriahnya. Sebab hal-hal yang bernilai agamani dimiliki oleh semua agama pada umumnya. Tetapi proses pemuridan oleh Tuhan Yesus dan dengan cara Tuhan Yesus hanya ada di dalam kekristenan yang sejati. Proses inilah yang menjadikan gereja akan semakin cemerlang dan semakin berbeda dengan dunia ini.

1) 1Korintus 9:26; Filipi 3:1-14 ; 2) Roma 8:28 ; 3) Mazmur 90:9-12 ; 4) 1Korintus 2:9

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.