26 September 2014: Konsep Yang Salah

Selama ini banyak orang Kristen yang memahami secara dangkal dan keliru pengertian berjalan di dalam terang. Mereka berpikir kalau sudah menjadi orang Kristen, tidak melakukan pelanggaran moral dan rajin ke gereja apalagi ikut mengambil bagian dalam kegiatan gereja berarti sudah berjalan dalam terang. Biasanya mereka merasa sudah menjadi anak Tuhan yang benar dan nanti pasti diterima masuk Surga. Mereka rajin ke gereja dengan maksud mempertahankan kesetiaan sebagai anak Tuhan atau hidup dalam terang supaya di dunia ini diberkati dengan berkat jasmani yang berlimpah dan kalau mati nanti masuk Surga. Ini sesungguhnya sebuah pengertian yang salah. Karena pengertian yang salah tersebut, maka banyak orang Kristen tidak berusaha untuk bertumbuh terus guna mencapai keadaan yang benar-benar bisa mengalami hidup dalam terang.

Keadaan orang seperti itu berarti keadaan orang Kristen yang sesat. Tetapi mereka tidak menyadarinya, sehingga kebodohan itu terbawa sampai tua bahkan sampai kematian. Mereka pasti tidak pernah menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan walau pun di mata manusia adalah orang-orang yang baik. Ini berarti karya keselamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus gagal dalam hidupnya. Karya keselamatan membawa orang percaya kepada rancangan Allah yang semula yaitu menjadi manusia yang memiliki kesempurnaan seperti Allah Bapa.

Kesesatan tersebut sering disebabkan oleh pembicara di mimbar gereja yang sebenarnya belum hidup di dalam terang. Sehingga berlaku Firman Tuhan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus yaitu orang buta menuntun orang buta (Mat. 15:14). Apalagi kalau dalam pelayanan pembicara tersebut bisa mengadakan demonstrasi karunia-karunia roh atau mukjizat, maka semakin diakui telah mengajarkan kebenaran untuk hidup dalam terang. Pembicara sendiri semakin sesat dan jemaat yang mendengarnya juga semakin disesatkan. Tetapi kedua belah pihak tidak menyadarinya. Sungguh, ini berarti suatu kerugian yang sangat besar bagi Kerajaan Surga. Banyak orang yang gagal menjadi corpus delicti, sebab tanpa berjalan dalam terang dengan benar seseorang tidak akan pernah menjadi corpus delicti. Seorang yang menjadi corpus delicti adalah orang yang kepribadiannya semakin hari semakin sempurna seperti Kristus, dalam kesucian moral, kerendahan hati, kesederhanaan, ketulusan dan lain sebagainya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.