26. Perjuangan Yang Tidak Sia-Sia

DALAM 1KORINTUS 9:25 tertulis: Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Tujuan hidup kita bukan di dunia ini tetapi kehidupan yang akan datang. Oleh sebab itu di tengah-tengah kesibukan hidup ini kita tidak boleh lengah. Kita harus mengarahkan pandangan kita pada tujuan hidup yang benar yaitu Tuhan dan Kerajaan-Nya. Jangan seperti seorang peserta lari yang tidak tahu garis finishnya. Sebagai orang percaya, jangan hanya sibuk dengan banyak urusan sampai lupa tujuan hidup yang benar. Banyak orang Kristen yang tertipu oleh kuasa dunia ini. Mereka sibuk dengan berbagai urusan sampai melupakan bahwa mereka adalah pemain atau atlit yang sedang berlomba di gelanggang pertandingan. Mereka menggantikan pertandingan yang diwajibkan dengan pertandingan yang tidak wajib. Pertandingan yang tidak wajib adalah segala sesuatu yang bernilai fana, yang akan kita tinggalkan. Adapun pertandingan wajib adalah mearih mahkota abadi yaitu menjadi serupa dengan Tuhan Yesus dan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.1

Kalau seseorang tidak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka ia tidak akan pernah mencari Tuhan, sebab sebagai manusia akan selalu ada kesibukan. Kalau sudah meninggal dunia, tidur di kuburan, barulah tidak ada kesibukan. Oleh sebab itu jangan beralasan sibuk untuk dapat menghindarkan diri dari gereja atau Tuhan. Selagi ada kesempatan marilah kita mencari Tuhan agar kita memiliki fokus hidup yang benar. Mencari Tuhan di sini wujudnya adalah belajar Firman Tuhan dan berusaha terus menerus melakukannya, supaya hidup tepat seperti yang dikehendaki. Jangan lupa ke gereja untuk beribadah kepada Tuhan. Belajarlah melayani Tuhan dengan waktu, tenaga dan kekayaan saudara selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Sebab kalau kesempatan ini berlalu, maka tidak aka nada lagi kesempatan kedua.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi berkata: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.2 Pernyataan Paulus ini menunjukkan bahwa tujuan hidupnya adalah Kerajaan Surga dimana ia dapat bertemu dengan Tuhan. Dengan demikian, Tuhanlah yang menjadi tujuan hidup kita. Seluruh hidup harus diarahkan kepada hal itu. Itulah sebabnya sebelum mati Paulus berkata dalam suratnya demikian: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.3

Inilah pesan Tuhan yang harus kita dengar hari ini. Kalau kita selama ini tidak hidup dalam fokus yang benar seperti yang Tuhan kehendaki, marilah kita bertobat. Mari kita mengambil keputusan saat ini sebelum terlambat dan kita tidak mempunyai kesempatan lagi. Kalau kita mendengar suara Tuhan hari ini untuk berbalik kepada Tuhan tetapi kita menolaknya, maka lain waktu kalau ada ajakan atau panggilan untuk betobat, hati kita sudah menjadi makin keras sehingga tidak pernah bisa bertobat. Sampai pada stadium tertentu, seseorang tidak akan pernah mengalami kelahiran baru. Walaupun ia orang baik, tetapi tidak pernah layak menjadi anggota keluarga kerajaan Allah. Tetapi biasanya mereka tidak peduli hal ini, mereka lebih peduli dengan rumah, mobil, perhiasan dan barang dunia fana lainnya. Mereka seperti istri Lot yang menoleh ke belakang. Keselamatan yang disediakan Tuhan bagi keluarga Lot, gagal diterima oleh istri Lot.

1) Roma 8:17 ; 2) Filipi 3:13-14 ; 3) 2Timotius 4:7-8

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.