26. MENGENAL BAPA

UNTUK BISA HIDUP dalam pemerintahan Allah, tidak bisa tidak yang harus dilakukan adalah mengenal Allah yang benar. Alkitab Perjanjian Lama penuh dengan kisah tindakan Allah kepada bangsa Israel. Tetapi kisah-kisah tersebut belumlah cukup untuk menjadi modal mengenal Allah dengan benar dan dapat melakukan kehendak-Nya. Perjanjian baru memuat ajaran Tuhan Yesus, dimana Tuhan Yesus mengajar siapa dan bagaimana Bapa itu. Mengenal Bapa adalah kemutlakan sebab standar hidup yang harus dicapai oleh manusia adalah melakukan kehendak Bapa. Sebenarnya melakukan kehendak Bapa sama dengan sempurna seperti Bapa, sama dengan memiliki pikiran dan perasaan seperti Bapa, sama dengan mengenakan kodrat Ilahi atau mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Ini berarti segala sesuatu yang dilakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Bapa. Inilah maksud dan tujuan manusia diciptakan, yaitu hanya untuk menyenangkan hati Bapa, sebab Bapa adalah sumber segala sesuatu yang baik yang manusia terima.

Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia mengajarkan keberadaan Bapa sebagai sumber segala sesuatu yang baik. Dalam Doa Bapa Kami Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Bapa-lah yang mempunyai segala kuasa, kemuliaan dan kerajaan kekal selama-lamanya. Sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia, orang Israel hanya mengenal Allah Elohim (jamak) yang bernama Yahwe. Tetapi bangsa Israel tidak mengerti bagaimana mekanisme pemerintahan Allah tersebut. Tuhan Yesus datang menunjukkan bahwa Bapa adalah sumber dari semua kuasa, kemuliaan dan yang memiliki kerajaan. Seluruh keberadaan hidup ini, baik yang tergolong benda mati atau tergolong makhluk hidup harus dipersembahkan bagi Bapa. Yesus pun menjadi Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa, artinya Yesus berusaha dengan segala pengorbanan agar manusia yang telah rusak, yang tidak lagi hidup bagi kemuliaan Allah dapat menjadi makhluk yang hidup bagi kemuliaan Allah Bapa -artinya segala tindakannya dapat menyukakan hati Bapa.

Tuhan Yesus dihadirkan dalam kehidupan manusia untuk kemuliaan Allah Bapa. Bisa dimengerti kalau Tuhan Yesus mengatakan: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga”.1 Dengan pernyataan ini sebutan Tuhan bagi Yesus oleh seseorang tidak diterima atau tidak sah kalau tidak melakukan kehendak Bapa. Dengan pernyataan tersebut jelas Tuhan Yesus menyatakan bahwa seseorang tidak dapat hidup dalam pemerintahan Tuhan Yesus (dimana Ia menjadi Raja) kalau seseorang tidak melakukan kehendak Bapa. Sebenarnya pada dasarnya pemerintahan, kuasa dan kemuliaan adalah milik Bapa, bukan milik Tuhan Yesus pribadi. Tetapi Bapa berkenan menyerahkannya kepada Tuhan Yesus. Allah Anak menjadi penguasa atau Yesus menjadi Tuhan. Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.2

Menjadi masalah adalah bagaimana melakukan kehendak Bapa. Bapa adalah Pribadi yang menyimpan misteri atau rahasia yang tidak dapat dimengerti oleh siapa pun. Tetapi menjadi tidak misteri ketika Tuhan Yesus memperkenalkan gaya hidup-Nya. Itulah gaya hidup seorang yang mengerti kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan atau rencana-Nya. Tuhan Yesus merupakan satu-satunya pribadi yang dapat memperkenalkan Bapa kepada kita.3 Kita pasti bisa mengenal dan melakukan kehendak Bapa seperti yang dimiliki dan dilakukan oleh Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri mengenal Bapa dan melakukan kehendak Bapa, dimana juga melalui sebuah proses. Kalau Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus mengosongkan diri berarti Ia kehilangan semua kenangan dan kesadaran sebagai Allah Anak yang Mahakuasa.4 Dalam segala hal Ia disamakan dengan manusia.5 Karena Tuhan Yesus sudah lulus atau menang dengan keberhasilan-Nya melakukan kehendak Bapa, maka Ia dapat memuridkan orang percaya untuk mencapai kemenangan seperti yang telah diraih-Nya. Hal ini tidak terjadi secara otomatis dalam hidup orang percaya, tetapi harus diperjuangkan.

1) Matius 7:21 ; 2) Filipi 2:10-11 ; 3) Matius 11:25-29 ; 4) Filipi 2:5-7 ; 5) Ibrani 2:17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.