26 Januari 2015: Kegiatan Yang Tidak Berguna

Penulisan Kitab Ibrani oleh ilham Roh menasihati orang percaya: “Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan”.1 Kata percabulan dalam teks aslinya di ayat ini adalah pornos (πόρνος). Kata ini menunjuk ketidak setiaan yang fatal atau ekstrim sampai merusak sama sekali sebuah hubungan sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Hal ini sama dengan ketidak setiaan yang menghancurkan sama sekali hakikat sebuah persekutuan. Ketidak setiaan seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan setiap orang percaya. Jadi, setiap orang percaya memiliki posibilitas melakukan kebodohan seperti yang dilakukan oleh Esau. Hal ini bisa terjadi dimulai dari hal-hal yang sederhana. Perlu direnungkan: ada pesawat terbang yang membawa ratusan penumpang bisa jatuh menewaskan semua hanya karena ada “baut” kecil yang longgar. Ketika baut itu dibiarkan longgar semakin hari semakin longgar sampai lepas.

Banyak orang tidak menyadari ketika dirinya terbawa oleh suatu keadaan yang terbelenggu sampai tidak akan bisa lepas. Dalam hal ini orang percaya harus belajar meneliti setiap tindakan dan keadaan diri supaya cepat mengenali kalau ada indikasi ketidak setiaan atau pengkhianatan dalam dirinya terhadap Tuhan. Kesadaran ini hanya dapat dimiliki oleh seseorang yang sungguh-sungguh mau menjadi anak Tuhan yang sempurna atau berkenan kepada-Nya. Kalau seseorang sudah puas dengan keadaan sebagai orang Kristen yang baik di mata manusia maka ia tidak akan pernah sungguh-sungguh memperkarakan keadaan hidupnya di hadapan Tuhan.

Salah satu syarat untuk dapat menjadi orang yang benar-benar setia di hadapan Tuhan adalah “bersedia hidup tidak wajar”. Kewajaran manusia adalah hidup mencari dan menikmati kesenangan seperti manusia lain. Tetapi anak-anak Tuhan yang mengerti panggilannya akan berusaha melakukan segala sesuatu hanya un­tuk menjadi anak sulung yang menerima berkat istimewa. Anak su­lung di sini maksudnya adalah menjadi orang-orang yang dirancang dapat sempurna seperti Bapa, sehingga layak menjadi “saudara bagi Tuhan Yesus”.2 Dalam Roma 8:23 disebutkan bahwa orang percaya memiliki “karunia sulung roh”. Karunia sulung roh menunjuk hak dan kesempatan istimewa bagi orang percaya untuk dapat mewarisi kemuliaan dari Bapa bersama-sama dengan Tuhan Yesus.3 Itulah berkat istimewa tersebut. Untuk ini seseroang harus terlebih dahulu serupa dengan Tuhan Yesus. Tanpa serupa dengan Tuhan Yesus seseorang tidak akan dimuliakan bersama-sama dengan Dia.

Inilah sesungguhnya inti keselamatan itu yaitu manusia dijadikan serupa dengan Tuhan sesuai dengan rancangan semula. Harus diingat bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan atau anugerah seperti ini. Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menyia-nyiakan keselamatan yang begitu besar yang disediakan bagi kita.4 Kalau energi yaitu waktu, tenaga, perhatian dan semua potensi yang ada pada kita diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang tidak membangun kehidupan sempurna seperti Tuhan Yesus, berarti kita telah melakukan tindakan menukar hak kesulungan dengan semangkuk makanan. Hal inilah yang tidak disadari oleh banyak orang Kristen. Pada hal untuk mencapai sebuah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan yaitu menjadi manusia yang serupa dengan Tuhan Yesus orang percaya harus mengerahkan segenap hidup.5 Melakukan hal-hal yang tidak penting yang kelihatannya tidak mengganggu pertumbuhan rohani pada hal merupakan pembuangan energi, adalah seperti sebuah kebocoran kecil yang lambat laun akan berakibat sangat fatal. Dalam hal ini orang percaya harus belajar untuk setia dan benar dalam hal-hal kecil. Orang yang setia dan benar dalam hal kecil akan dapat setia dalam hal-hal yang besar. Dari hal-hal yang kecil dan sederhana seseorang melatih mengutamakan Tuhan, maka ia akan terus bertumbuh menjadi orang yang setia kepada Tuhan untuk hal-hal yang besar. Harus diingat bahwa semua yang besar dimulai dari hal kecil.

1) Ibrani 12:16 2) Roma 8:29 3) Roma 8:17 4) Ibrani 2:1-3 5) Lukas 14:33; Matius 22:37-40

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.