25 September 2014: Harus Dalam Kesucian

Untuk bisa bersukacita di dalam Tuhan atau menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan adalah memiliki hidup dalam kesucian. Seseorang tidak akan dapat menikmati sukacita atau damai sejahtera Tuhan kalau tidak hidup dalam kesucian, sebab tidak mungkin seseorang bisa menikmati damai sejahtera Tuhan kalau tidak berpola pikir seperti Tuhan dan hidupnya selalu dalam kesucian. Jadi perubahan pola berpikir adalah usaha agar kita bisa mencapai suatu level kehidupan yang tidak bercacat dan tidak bercela. Dan kehidupan yang bersih akan membuahkan kehidupan dalam sukacita. Mengapa harus hidup kudus untuk bisa menikmati damai sejahtera Tuhan? Sebab sukacita dalam Tuhan atau menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan pada dasarnya adalah menikmati Tuhan sendiri dan tanpa memiliki persekutuan dengan Tuhan seseorang tidak dapat menikmati Tuhan. Dan seseorang tidak dapat bersekutu dengan Tuhan tanpa hidup dalam kekudusan-Nya. Itulah sebabnya Tuhan tegas berkata agar kita kudus seperti Dia kudus (1Ptr. 1:16).

Tuhan tidak akan mempercayakan sukacita yang ada pada-Nya kepada orang yang tidak menghormati Tuhan secara pantas. Dengan kalimat lain, Tuhan tidak memberikan diri-Nya untuk dinikmati oleh orang yang hidupnya tidak benar. Tuhan Yesus menyatakan bahwa damai sejahtera yang diberikan kepada orang percaya tidak sama dengan apa yang diberikan oleh dunia ini (Yoh. 14:27). Salah satu perbedaannya adalah sukacita dan kebahagiaan dunia bisa dinikmati oleh siapa pun dengan keadaan hidup bagaimana pun, tetapi sukacita di dalam Tuhan hanya dinikmati oleh mereka yang hidupnya tidak bercela.

Selanjutnya untuk bisa bersukacita di dalam Tuhan harus mengalami Tuhan setiap hari. Mengalami Tuhan bahwa Dia adalah pribadi yang riil, nyata dan Maha hadir. Tanpa kesucian seseorang tidak akan mengalami Tuhan. Tuhan hanya dialami oleh mereka yang hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Oleh sebab itu seseorang yang mau menikmati damai sejahtera Tuhan harus hidup suci. Senyata manusia di sekitar kita yang dapat berinteraksi dengan kita, demikian pula Tuhan. Untuk itu dibutuhkan perjuangan agar bisa menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan yaitu dengan mencari Tuhan dan mengalami secara riil setiap hari dengan hidup dalam kesucian seperti kesucian-Nya.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.