25 November 2014: Perawan Suci

Tujuan seluruh kegiatan pelayanan pekerjaan Tuhan adalah bagaimana mempertunangkan jemaat dengan Tuhan Yesus dan sungguh-sungguh mempersiapkan mereka menjadi perawan suci bagi Tuhan (2Kor. 11:2-3). Menjadi perawan suci artinya memiliki hati yang sungguh-sungguh hanya terarah kepada Tuhan. Orang-orang yang berkualitas sebagai perawan suci tidak mempersoalkan apakah dirinya menikah atau tidak, memiliki keturunan atau tidak, dihormati manusia atau tidak. Memang sangat jarang orang yang memiliki kualitas seperti ini, tetapi kita harus berusaha untuk dapat mencapainya. Tuhan akan memampukan kita mencapainya. Betapa luar biasa agungnya orang yang memiliki kualitas sebagai perawan suci bagi Tuhan ini. Sesungguhnya inilah ukuran sukses kehidupan sebagai anak Tuhan.

Sungguh sangat menyedihkan, tidak sedikit gereja dan seluruh kegiatan pelayanan sebenarnya bertendensi hanya mempertunangkan jemaat Tuhan dengan dunia. Mereka mengarahkan jemaat mengalami kasih dan kuasa Tuhan, tetapi tidak mengajarkan bagaimana jemaat menjadi perawan suci bagi Tuhan. Sekilas memang mengesankan bahwa Tuhan menjadi obyek perhatian, tetapi sebenarnya keterlibatan Tuhan hanya sebagai alat untuk meraih dunia. Sementara itu para hamba-hamba Tuhan tidak dengan tegas mengajarkan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Penyesatan ini luar biasa, sama seperti orang yang berpenyakit kanker ganas tetapi tidak diberi informasi mengenai penyakitnya. Bila keadaan ini berlarut-larut maka akan sampai titik dimana tidak dapat diobati dan penyakit tersebut akan merenggut nyawanya. Banyak jemaat yang sebenarnya tidak berkualitas sebagai perawan suci, tetapi mereka tidak menyadari keadaan ini.

Jadi bukan tanpa alasan kalau Paulus berkata: “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” Dengan mendengar Firman yang benar dan mengalami pembaharuan pikiran terus menerus, kita mengerti bagaimana seharusnya mengasihi Tuhan dengan melakukan apa yang baik, berkenan dan yang sempurna sesuai dengan kehendak-Nya (Rom. 12:2). Diri kita harus dibersihkan melalui pembaharuan pikiran terus menerus dengan Firman Tuhan, sehingga kita dapat melekatkan hati kita kepada Tuhan secara benar dan nyanyian jiwa kita secara permanen adalah He is all I ever need.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.