25. Menyerahkan Kehendak

KESALAHAN YANG SERING kita jumpai adalah kesan yang diberikan para pembicara yang menunjukkan bahwa kita dikehendaki untuk menyerahkan kehendak bebas kita untuk dikontrol oleh Roh Kudus sepenuhnya, sehingga kita menjadi pasif mutlak. Allah tidak bekerja dengan cara demikian. Tuhan menghargai kehendak bebas yang telah dipercayakan kepada manusia. Pada akhirnya Roh Kudus menyerahkan kontrol kehidupan ini pada diri manusia itu sendiri. Iblis sangat menginginkan manusia tidak menggunakan kebebasannya secara benar, sehingga manusia bisa hidup dalam kendali Iblis. Dengan tidak menggunakan kebebasan mengontrol diri sendiri dengan seksama, secara tidak disadari, berarti kita menyerahkan penguasaan hidup kepada kuasa-kuasa gelap. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati adanya penguasaan roh-roh tertentu yang bukan dari Allah. Penguasaan roh atas hidup seseorang adalah suatu pemilikan dari roh-roh jahat atas diri seseorang yang dikuasainya, meskipun pada tingkat yang sangat kecil. Dari penguasaan pada tingkat kecil, akhirnya akan menjadi penguasaan seluruh kehidupan; seperti sarang laba-laba. Itulah sebabnya terjadi penyesatan terselubung dalam gereja. Orang-orang yang merasa dirinya dikuasai Roh Allah, tetapi subyektivitas mengambil alih, maka sesungguhnya bukan Tuhan yang berbicara dan menuntunnya, tetapi oknum lain. Bisa Iblis atau bisa dirinya sendiri.

Harus dimengerti dengan benar apa yang dimaksud menyerah Kepada Allah. Menyerah kepada Allah bukan berarti manusia menjadi pasif, tetapi sebaliknya menjadi aktif. Kita harus bisa membedakan antara berserah dan terserah. Aktif mencari kehendak-Nya dan mengenal-Nya lebih dalam. Untuk ini mengerti isi Alkitab adalah hal yang mutlak. Kita tidak akan mengerti kehendak-Nya kalau tidak mengerti kitab suci. Jarang, nyaris tidak ada orang yang tidak mengerti isi Alkitab tetapi bisa mendengar suara Tuhan secara terus menerus. Perlu kita hayati dan kaji lebih mendalam apa yang dikatakan Hosea berkenaan dengan pengenalan akan Tuhan. Alkitab berkata bahwa umat-Nya binasa karena tidak mengenal Allah.1 Kalimat “umat Tuhan binasa karena tidak mengenal”, dalam teks yang lain disebutkan sebagai “ kekurangan dalam mengenal Tuhan”. Seseorang tidak akan peka mendengar suara Roh Kudus jika tidak memahami isi Alkitab. Roh Kudus tidak akan berbicara menggantikan Alkitab. Justru Roh Kudus mengingatkan kepada masing-masing individu apa yang Tuhan katakan dalam Alkitab.

Roh Kudus tidak akan sembrono dengan berbicara secara terus menerus kepada orang yang tidak menghargai Alkitab. Justru di sini kita dapat menemukan, bahwa orang yang bisa dipercaya bahwa dirinya mendengar suara Tuhan adalah mereka yang mengerti kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Kalau seorang pembicara Firman tidak menyampaikan kebenaran Firman yang murni, maka bisa dipastikan suara Tuhan yang diakuinya sebagai murni dari Tuhan adalah kebohongan. Mereka adalah nabi-nabi palsu yang tidak menggiring umat kepada kebenaran. Ironinya, mereka berani sekali dengan keyakinan bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah yang sah. Biasanya pengakuan tersebut disertai dengan kesaksian yang subyektif, bahwa mereka sudah mendengar suara Tuhan, bahkan sudah bertemu Tuhan secara langsung. Kalau kita melihat dalam Roma 8:15 dikatakan bahwa orang percaya tidak menerima roh perbudakan lagi, itu berarti penguasaan atau dominasi Iblis terhadap kita sudah dihentikan, kita telah bebas dari perbudakan. Ketika seseorang memberi respon terhadap anugerah Allah dalam Yesus Kristus, maka ia dibebaskan dari ikatan kuasa gelap, lalu menerima Roh Kudus dan diberi kemampuan untuk belajar Firman Tuhan. Hal ini dimaksudkan agar orang percaya tidak lagi dikuasai oleh keinginan-keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Tetapi hidupnya dikuasai oleh kehendak Tuhan atau pikiran Tuhan, sehingga berjalan dalam rencana Tuhan. Orang seperti ini disebut anak-anak Allah. Dalam hal ini dibebaskan dari kuasa kegelapan berarti jiwanya tidak diisi oleh filosofi yang salah tetapi dipenuhi dengan kebenaran Firman Tuhan sehingga dapat dikuasai oleh rohnya.

1) Hosea 4:6

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.