25. Ketenangan Yang Sejati

SESUNGGUHNYA APAKAH YANG dicari orang pada umumnya? Kalau pertanyaan ini diajukan kepada orang maka sering dijawab bahwa yang dicari orang adalah ketenangan hidup. Apakah ketenangan hidup itu? Bermacam-macam pandangan atau pengertian orang mengenai ketenangan hidup. Pada umumnya orang memandang ketenangan hidup adalah keadaan dimana seseorang terhindar dari keterlibatannya dengan problem dan masalah yang membebani pikiran atau yang membuat jiwanya terganggu. Dalam hal ini ketenangan diidentikkan dengan keadaan dimana pikiran tidak digaduhkan oleh suatu problem dan masalah. Bagi mereka pikiran yang tidak terbebani suatu problem dan masalah adalah ketenangan.

Terkait dengan hal ini untuk sementara perlu dibedakan antara problem dan masalah, demi untuk menjelaskan suatu kebenaran. Memang dua kata tersebut hampir-hampir tidak ada bedanya tetapi dalam pembahasan ini perlu dibedakan dengan jelas. Problem adalah segala peristiwa hidup yang dialami seseorang yang tidak menyenangkan bahkan bisa menyakitkan seperti ditipu, dihina, dirugikan, difitnah, dicelakai, diperlakukan tidak adil dan lain sebagainya. Sedangkan masalah adalah keadaan dimana seseorang harus berbuat sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain misalnya dipertemukan dengan orang yang mengalami kesulitan, kecelakaan dan berbagai hal yang menuntutnya untuk membagi hidup bagi orang lain. Seperti orang Samaria yang menjumpai orang Yahudi yang dirampok di pinggi jalan menuju Yerikho, Orang yang yang tergeletak di pinggir jalan tersebut adalah masalah, tetapi bukan kesulitan yang dilakukan orang terhadp diriny. Orang Samaria ini bisa menghindarkan diri dari “masalah tersebut”. Tetapi orang Samaria itu memilih membagi hidupnya bagi orang lain.1

Hal-hal seperti di atas ini akan selalu dijumpai dalam kehidupan. Memang hal tersebut dapat membebani pikiran, yaitu bagi mereka yang tidak atau belum dewasa. Bagi orang percaya yang dewasa, hal tersebut diijinkan Tuhan terjadi sebab Tuhan sengaja membawa orang percaya kepada situasi dimana mereka harus menjadi seperti anggur yang tercurah dan roti yang terpecah. Melalui keadaan tersebut Tuhan mengajar orang percaya untuk mempersembahkan segenap hidup bagi Tuhan. Memang tidak enak pada mulanya, tetapi masalah akan menjadi kenikmatan yang akan tidak akan dapat melayani Tuhan.

Apakah yang dimaksud dengan ketenangan sebenarnya? Kalau ketenangan adalah keadaan dimana tidak ada problem dan masalah yang membebani pikiran atau yang dapat mengganggu jiwanya, tidak mungkin ada ketenangan dalam hidup ini. Apakah mungkin manusia bisa memiliki ketenangan di dunia yang sudah jatuh ini. Faktanya manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa problem dan masalah. Firman Tuhan mengatakan bahwa karena kejatuhan manusia ke dalam dosa maka bumi menjadi terkutuk.2 Bumi yang terkutuk dan manusia yang berdosa tidak mungkin dapat menciptakan kehidupan tanpa problem dan masalah. Keadaan bumi seperti ini tidak mungkin bisa membuat manusia dapat merasa tenang secara ideal. Bagaimanapun selalu ada problem dan masalah yang akan dapat membebani pikiran atau menganggu jiwanya. Kalau tidak ada problem berarti seseroang harus memikul masalah, artinya kalau tidak ada problem pribadi maka ia harus memikul bebam orang lain (masalah). Dengan kenyataan bumi seperti ini seharusnya kita mempersenjatai diri dengan pemahaman bahwa hidup tidak akan dapat lepas dari problem dan masalah yang dapat membebani pikiran. Jika demikian, seharusnya yang diharapkan bukan keadaan tanpa problem dan masalah, tetapi bagaimana memiliki pikiran atau jiwa yang tidak terganggu oleh masalah yang harus dihadapi. Dalam hal ini yang diatur bukan keadaan di sekitar, sebab seseorang tidak akan dapat mengatur dunia di sekitarnya, tetapi pikiran dan jiwa yang terganggu.

1) Lukas 10:33 ; 2) Kejadian 3:17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.