24. Serius Dengan Tuhan

KEKRISTENAN ADALAH seluruh hidup kita. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, hidup kita dirampas oleh percaya kita. Kalau kita tidak memberi diri sepenuhnya kita tidak akan menjadi orang Kristen yang benar. Kekristenan bukanlah sambilan. Keseriusan dengan Tuhan ditandai dengan kesediaan kita untuk mengawasi atau memperhatikan pertumbuhan rohani kita. Pertumbuhan rohani sama artinya dengan penyempurnaan karakter kita. Untuk pendewasaan atau pertumbuhan karakter kita, ada perangkat yang harus kita perhatikan. Pertama adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan inilah yang sebenarnya merupakan kunci penting dalam kelahiran baru dan pertumbuhannya.

Firman Tuhanlah makanan yang menghidupkan dan menumbuhkan.1 Perhatikanlah kalimat “dari setiap Firman” (Yun. Epi panti reemati ekporeuomenoo dia stomatos theou). Setiap Firman (Yun. panti reemati) berarti kebenaran penuh atau lengkap yang tertulis di dalam Alkitab atau yang dipaparkan oleh keempat Injil. Pengajaran Firman Tuhan tidak boleh hanya menekankan satu pokok dan mengabaikan pokok lain. Penyesatan yang terjadi dalam gereja Tuhan biasanya dimulai ketika pengajaran Firman Tuhan hanya menekankan satu pokok pengajaran dan mengabaikan yang lain. Akhirnya terjadi penekanan ekstrim yang menyesatkan. Jadi bukan tanpa alasan kalau Paulus menasihati Timotius dalam menghadapi ajaran palsu untuk mengajarkan “semua” kebenaran Tuhan, bukan sebagian.2 Dalam kesaksian pelayanannya, Paulus mengatakan bahwa ia tidak lalai mengajarkan semua yang harus jemaat pahami melalui berbagai pertemuan yang mereka lakukan, baik di muka umum maupun pertemuan-pertemuan kecil di rumah-rumah mereka.3

Dari rentetan Fiman yang didengar, maka tumbuhlah atau terbentuklah kesadaran mengenai kebenaran. Kebenaran inilah yang memerdekakan.4 Kesadaran akan kebenaran inilah yang membuat seseorang mengalami kelahiran baru. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah kata tetap, kata ini dalam teks aslinya adalah meineete dari akar kata yang artinya bukan saja menetap (Ing. abide) tetapi juga berarti terus menerus (Ing. continue). Firman Tuhan harus didengar secara terus menerus dan variatif atau lengkap. Dalam hal ini kelahiran baru dalam satu aspek mirip dengan pencerahan pikiran atau kesadaran terhadap suatu kebenaran dan pengertian seseorang terhadap kebenaran sangat menentukan sikap hidup seseorang dan seluruh pandangan hidupnya. Semua ini dikerjakan oleh Roh Kudus demi pemberitaan Firman yang disambut oleh seseorang. Selanjutnya, Firman Tuhan yang disampaikan haruslah Firman Tuhan yang murni atau Firman Tuhan yang tidak dipalsukan. Alkitab berkata bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.5 Oleh sebab itu melalui pemberitaan Firman Tuhan yang terus menerus, pikiran kita akan dibuka untuk mengerti kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan. Proses ini juga sama artinya dengan proses “metamorfouste”.6 Ketika Tuhan Yesus berkata kepada Petrus: “Gembalakan domba-domba-Ku”, sebenarnya artinya “berilah makanan domba-domba-Ku” (Yun. boske ta arnia mou, Ing. feed my lamb). Jadi kalau gereja tidak benar-benar mengajarkan Firman Tuhan yang benar, maka pada dasarnya gereja tersebut tidak menggembalakan. Jemaat hanya dipuaskan dengan cara mendukung hasrat-hasrat mereka untuk meraih dunia ini dengan segala kesenangannya dengan menggunakan kuasa Tuhan. Tentu hamba-hamba Tuhan seperti ini hanya menarik simpati, hati jemaat dan uangnya tetapi tidak menggiring mereka kedalam kebenaran yang sejati. Ironinya, jemaat menyukai tawaran tersebut, tetapi mereka tidak mengerti kebenaran dan bertumbuh secara benar. Sebaliknya mereka tengelam dengan segala kesenangan hidup hari ini tanpa mengerti hal Kerajaan Allah. Sebagai akibatnya mereka tidak kunjung menjadi dewasa rohani. Tidak semakin memancarkan kehidupan Ilahi.

1) Matius 4:4; 2) 1Timotius 4:11; 3) Kisah 20:20; 4) Yohanes 8:31-32; 5) Roma 10:17 ; 6) Roma 12:1

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.