24 September 2014: Cara Berpikir Yang Salah

Agar bisa menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan kita harus berjuang dengan segenap jiwa dan kekuatan kita. Ada langkah-langkah untuk dapat menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan atau bersukacita di dalam Tuhan. Paling utama untuk bisa bersukacita di dalam Tuhan atau menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan adalah mengubah cara berpikir yang salah kemudian membangun cara berpikir yang baru yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Seseorang tidak akan dapat menjadikan Tuhan sumber kebahagiaan atau bersukacita di dalam Tuhan, kalau tidak memiliki cara berpikir yang benar.

Cara berpikir sangat menentukan suasana jiwa seseorang. Misalnya seorang yang serakah dan tidak merasa puas dengan apa yang ada padanya, pastilah tidak akan pernah memiliki ketenangan dalam jiwanya. Kalau oleh cara berpikirnya yang salah cara memandang hidup sudah keliru maka ia tidak akan dapat menikmati damai sejahtera Tuhan. Cara berpikir yang salah tidak akan dapat membuat seseorang bersukacita di dalam Tuhan, sebab cara berpikir yang salah merupakan belenggu yang dapat memenjara seseorang sehingga tidak dapat menikmati damai sejahtera Tuhan. Terkait dengan hal ini Tuhan Yesus berkata bahwa kebenaran akan memerdekakan (Yoh. 8:31-32). Oleh sebab itu orang percaya harus tetap dalam Firman agar mengenal kebenaran. Tetap dalam Firman artinya berusaha untuk mengerti Firman. Itulah sebabnya Paulus menasihati orang percaya untuk mengalami pembaharuan pikiran (Rm. 12:2) Cara berpikir yang salah juga tidak akan dapat menciptakan suasana jiwa yang baik atau tidak akan dapat menghadirkan suasana atmosfir Kerajaan Surga. Jadi perlu ditegaskan bahwa seseorang tidak akan dapat menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaannya kalau belum mengalami perubahan pola berfikir atau filosofi hidupnya.

Semakin cara berpikir seseorang berubah, maka damai sejahtera atau kebahagiaan seseorang di dalam Tuhan juga semakin bertumbuh. Jadi, untuk menjadikan Tuhan sebagai kebahagiaan atau damai sejahtera dibutuhkan proses panjang dan perjalanan waktu yang tidak singkat. Semakin pola pikir seseorang berubah, maka semakin kuat damai sejahtera dan sukacita dialami. Oleh sebab itu pelayanan harus mengubah cara berpikir jemaat yang salah tersebut.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.