24 November 2014: Mengingini Tuhan Saja

Perjalanan hidup kita adalah perjalanan menemukan hubungan yang luar biasa dengan Tuhan Pencipta langit dan bumi serta memiliki untuk selama-lamanya. Ini adalah harta abadi yang tidak ternilai; sungguh sangat luar biasa. Orang yang tidak memiliki hubungan ini tidak akan pernah menjadi kekasih Tuhan atau tidak akan bersama dengan Tuhan selamanya; berarti pula ia kehilangan kesempatan mengumpulkan harta di Surga. Selain orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita untuk menjadi kekasih kita dalam kadar tertentu, setiap manusia harus memiliki Tuhan sebagai kekasih abadi. Jiwa manusia akan terpuaskan jika sampai pada level mengalami sebagai kekasih Tuhan. Kesempatan membangun persekutuan hubungan dengan Tuhan sebagai kekasih-Nya hanya sekali dan sangat berharga. Pasti akan sangat disesali tak terkatakan kalau tidak digunakan dengan sebaik-baiknya.

Hubungan yang benar dengan Tuhan akan nampak sekali sejak hidup di dunia ini. Buah-buah kehidupan dan pancaran hidup orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan sangat dirasakan orang di sekitarnya. Harus diingat bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Orang yang hatinya melekat pada materi dunia adalah orang yang menjadikan dirinya sebagai musuh Allah. Kita harus memperkarakan, apakah ada tanda-tanda kita sudah menjadi kekasih Tuhan, jika belum menemukan kepastiannya, kita harus berusaha sungguh-sungguh bagaimana menjadi kekasih Tuhan sampai kita memiliki kesaksian dalam batin oleh pimpinan Roh Kudus bahwa kita layak masuk keluarga Kerajaan Bapa di Surga. Kita harus merasa gelisah sebelum memiliki kepastian bahwa kita benar-benar dinilai Tuhan dan diakui sebagai kekasih-Nya. Orang-orang yang benar-benar menjadi kekasih Tuhan adalah orang-orang yang merasa bahwa yang diingininya hanyalah Tuhan saja. Pengalaman luar biasa sebagai kekasih Tuhan ini, sudah dialami oleh penulis kitab Mazmur yang menyatakan perasaan itu dengan ungkapan kata: “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya” (Mzm. 73:26). Kata “bagianku” dalam teks aslinya “cheleq” yang bukan hanya berarti portion (porsi atau bagian) tetapi juga inheritance (warisan). Dari pernyataan ini pemazmur hendak mengatakan bahwa dirinya rela tidak memiliki apapun asal jangan tidak memiliki Tuhan. Dalam salah satu Alkitab terjemahan bahasa Ingris tertulis “my mind and my body may grow weak, but God is my strength; he is all I ever need”.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.