24. Gelanggang Pertandingan

TULISAN RASUL PAULUS dalam 1Korintus 9:24 menunjukkan bahwa orang percaya ibarat seorang atlit lari yang sedang berlomba di gelanggang lari. Seorang atlit yang sedang berlomba harus menyadari bahwa ia bukan seorang penonton. Ia sedang dalam perjuangan berkompetisi di gelanggang pertandingan. Adapun sebagai anak-anak Tuhan, sebenarnya kita juga sedang ada dalam pertandingan. Dalam pertandingan tersebut kita menghadapi tiga halangan yang dapat menggagalkan kita untuk sampai ke garis finish. Halangan pertama adalah Iblis. Iblis melalui berbagai sarana selalu membujuk agar orang percaya melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Petrus mengingatkan agar orang percaya sadar dan berjaga-jaga menghadapi Iblis.1 Oleh sebab itu kita tidak boleh menganggap Iblis itu lemah atau sudah kalah. Sungguh sangat berbahaya kalau kita meremehkan Iblis. Kekalahan dalam suatu peperangan adalah kalau menganggap musuh lemah.

Iblis bukan musuh yang lemah, ia adalah musuh yang kuat dan berbahaya.2 Harus disadari bahwa setiap hari kita diperhadapkan pada musuh ini. Bujukan Iblis membuat kita sering mengambil keputusan dan pilihan yang tidak tepat serta perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kalau jujur, sering kita kalah dengan tidak menuruti kehendak Tuhan tetapi kehendak diri sendiri yang sangat dipengaruhi dunia sekitar kita. Banyak keputusan yang kita ambil tidak berdasarkan pimpinan Roh Kudus tetapi keinginan dan hikmat manusia.

Halangan kedua adalah dunia. Pengaruh dunia dimana kita hidup ini sungguh-sungguh sangat jahat. Tanpa kita sadari cara hidup kita sering menjadi sama dengan cara hidup orang-orang yang bukan umat pilihan. Padahal, standar hidup yang seharusnya dikenakan oleh anak-anak Tuhan adalah standar hidup yang berbeda dengan anak-anak dunia yang akan binasa. Itulah sebabnya Tuhan berfirman agar kita tidak serupa dengan dunia ini.3 Orang-orang yang hidupnya serupa dengan dunia ini adalah orang-orang yang pasti tidak mengerti kehendak Tuhan. Hidupnya menyimpang dari fokus hidup yang benar. Ini berarti sebuah kemelesetan. Meleset dari kehendak Tuhan. Jadi, orang yang tidak hidup dalam fokus yang benar adalah orang yang hidup dalam dosa.

Halangan ketiga adalah keinginan daging. Keinginan daging atau kedagingan kita sendiri yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Memang diri kita sendiri tidak bisa dikatakan sebagai musuh, tetapi kedagingan kita sendiri harus disadari sebagai ancaman yang membahayakan. Mengapa demikian? Sebab diri kita sering memiliki keinginan-keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.4 Keinginan-keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak Allah, bila dituruti, akan membawa kita makin jauh dari ketepatan. Itulah sebabnya Tuhan menghendaki agar kita menyangkal diri, artinya kita berusaha agar tidak hanyut menuruti keinginan nafsu diri sendiri. Pergumulan hidup mengiring Tuhan adalah pergumulan untuk menggantikan kehendak diri sendiri yang meleset kepada ketepatan melakukan kehendak Tuhan. Pergumulan untuk mencapai ketepatan ini adalah pergumulan seumur hidup yang tidak boleh berhenti. Semakin kita tua maka semakin tepatlah pilihan-pilihan, keputusan-keputusan dan tindakan kita. Jangan makin tua hidupnya makin ngawur tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Menghadapi tiga halangan tersebut kita harus sangat serius. Pertandingan kehidupan ini harus dijalani dengan segenap perhatian hidup kita. Kenyataan yang kita lihat banyak orang Kristen tidak berlaku sebagai pemain atau atlit dalam pertandingan, tetapi bersikap sebagai penonton. Bisa menyoraki orang lain tetapi tidak introspeksi hidupnya sendiri. Mereka tidak menyadari tiga bahaya tersebut sehingga fokus hidup mereka meleset. Kalau mereka tidak disadarkan, maka mereka pasti binasa, pasti masuk neraka dan terpisah dari Tuhan selama-lamanya.

1) 1Petrus 5:8-9 ; 2) Efesus 6:11-12 ; 3) Roma 12:2 ; 4) 1Yohanes 2:15-17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.