23. Tetap Pada Fokus Yang Benar

SATU HAL YANG SANGAT penting dalam hidup kita adalah memiliki fokus yang benar dan selalu menujukan hidup pada fokus tersebut. Banyak orang yang tidak memiliki fokus yang benar dalam hidupnya. Hal ini membuat hidup mereka tidak bernilai dan sia-sia. Seperti orang kaya yang dikisahkan dalam Lukas 12: 16-21. Ia begitu sibuk, tetapi ia tidak memiliki fokus hidup yang benar sehingga ketika ia mati, ia tidak kaya di hadapan Tuhan. Walau di mata manusia ia seorang yang kaya dan sukses, tetapi di mata Tuhan ia seorang yang gagal. Segala kesibukan dalam bisnisnya membuat ia tidak menemukan fokus hidup yang benar. Ia menjadi buta sama sekali terhadap hal yang seharus­nya dipahami sebagai bernilai lebih dari segala sesuatu. Di satu pihak ia sukses sebagai pengusaha dengan kekayaan, tetapi di lain pihak ia kehilangan kemanusiaannya, artinya terbuang ke dalam api kekal.

Kebenaran Firman Tuhan dapat membuat fokus hidup kita dikoreksi. Jika ternyata fokus hidup kita salah, maka kita bertobat untuk kembali ke fokus yang benar dan jika sudah benar kita harus meneguhkan hati untuk tetap di fokus tersebut. Oleh sebab itu, kita harus membuka diri untuk mendengar apa yang Tuhan hendak sampaikan kepada kita. Setelah memahami kebenaran Firman Tuhan ini, kita dapat sungguh-sungguh menjadi anak-anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya dengan fokus hidup yang benar. Kata benar di sini jelas mengisyaratkan adanya fokus hidup yang salah. Fokus hidup yang benar yaitu perjalanan hidup yang memiliki arah yang jelas dan benar. Bila arah hidup kita jelas dan benar maka keputusan, pilihan dan semua tindakan-tindakan kita pun juga pasti benar, tepat seperti yang Tuhan kehendaki.

Sekarang ini, banyak orang yang arah hidupnya tidak jelas dan sesat. Mereka tidak mengerti untuk apa hidup ini. Mereka bekerja, bersekolah atau studi, berkarir, menikah dan berkeluarga, mencari nafkah dan melakukan segala kegiatan tanpa mengerti untuk apa semua itu dilakukan. Suatu hari, ketika harus menghadap Tuhan, dan ini bisa terjadi setiap saat, mereka akan ketakutan, sebab mereka pasti tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya selama hidup di dunia ini. Selama hidup di dunia mereka menjalaninya tanpa arah hidup yang benar. Mereka tidak hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Memang, belum tentu mereka orang yang kelihatannya jahat. Mereka bisa kelihatan sebagai orang baik-baik bahkan pergi bergereja, tetapi sebenarnya arah hidup mereka salah. Mereka belum memiliki fokus hidup yang benar seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.

Jangan saudara anggap hal ini adalah persoalan sepele. Ini adalah persolan yang terbesar dalam kehidupan umat manusia. Tuhan Yesus berkata: Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya.1 Maksud perkataan Tuhan ini adalah apakah artinya pendidikan tinggi, kedudukan, kehormatan, kekayaan, rumah tangga yang baik dan segala keberhasilan hidup kalau pada akhirnya dibuang ke dalam neraka, terpisah dari Tuhan selama-lamanya. Orang kaya yang dilukiskan dalam Lukas 12:16-20 dan Lukas 16: 19-30 adalah contoh dari orang yang memperoleh kekayaan dunia tetapi jiwanya binasa. Kalau kita jujur, kita dapat melihat bahwa kehidupan hampir semua manusia di dunia ini ada pada fokus hidup yang tidak benar.

Sebagai orang percaya yang dipilih menjadi anak-anak Tuhan, kita harus memiliki fokus hidup yang benar, yang berbeda dengan mereka yang bukan umat pilihan Tuhan. Oleh sebab itu, untuk menghindarkan diri dari kebinasaan, kita harus belajar kebenaran Firman Tuhan, sepeti yang terdapat dalam 1Korintus 9:24-27. Dari ayat-ayat ini, kita dapat memperoleh hikmat Tuhan mengenai fokus hidup yang benar, yaitu bagaimana mengarahkan hidup kita kepada fokus yang jelas dan benar. Dengan mengarahkan diri tetap pada fokus hidup yang benar tersebut, maka kita menyelamatkan diri kita sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

1) Matius 16:26

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.