23. PEMERINTAHAN HIDUP

HIDUP KITA INI seperti sebuah pemerintahan. Masing-masing orang harus memiliki kecakapan memerintah wilayahnya, yaitu dirinya sendiri dengan benar. Ia harus memerintah jiwanya dimana terdapat pikiran, perasaan dan kehendak. Ia juga harus memerintah seluruh anggota tubuhnya. Berkenaan dengan hal ini Paulus mengatakan: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.1 Kata melatih dalam ayat ini dihubungkan dengan olahraga tinju.2 Dalam gelanggang tinju ada aturan bagaimana menggunakan tangan. Melatih artinya membiasakan diri bagaimana mengayun tangannya kearah yang benar. Mengayun tinju tanpa sasaran membuang tenaga dan mengakibatkan kekalahan.

Demikianlah suatu pemerintah di suatu wilayah tanpa aturan yang baik pasti hancur. Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini sama sekali. Mereka merasa sudah menjadi Kristen berarti sudah ada di wilayah pemerintahan pusat Kerajaan Allah dimana Tuhan Yesus menjadi Raja. Mereka memiliki pengakuan dengan mulut bahwa Yesus adalah Raja dan Tuhan, tetapi dalam kenyataan hidup setiap harinya mereka memiliki pemerintahan sendiri dan tidak memedulikan pemerintahan pusat. Mereka menjadi raja yang tidak dibawahi raja mana pun, termasuk Tuhan sendiri yang mestinya menjadi Raja di atas segala raja.

Pemerintahan hidup setiap orang percaya bertalian dalam hubungannya dengan manusia dan berbagai benda dan peristiwa kehidupan yang dialaminya. Bagaimana orang Kristen menyikapi semua itu merupakan tugas penting, sebab sikap kita adalah perwakilan dari Kerajaan Surga. Manusia di sekitar kita diharapkan dapat disentuh oleh Tuhan melalui pemerintahan wilayah kita masing- masing. Orang yang bersentuhan dengan kita akan merasa wibawa pemerintahan Kerajaan Allah. Inilah yang namanya menghadirkan pemerinthan Allah dalam hidup kita. Tentu menghadirkan pemerintahan Allah bukan dengan pedang atau kekerasan, tetapi dengan kasih. Dengan hal ini manusia di sekitar kita dibuka matanya untuk mengenali bahwa Tuhan itu ada dan benar. Orang percaya ditaruh Tuhan di tengah-tengah dunia untuk menjadi saksi tentang Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar dan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya utusan-Nya.3 Tidak ada utusan lain selain Tuhan Yesus.

Membuktikan bahwa Allah itu ada, jawabannya adalah Yahudi. Dari sejarah bangsa itu nampak tanda tangan Tuhan dari keberadaan-Nya; bangsa yang lebih dari 2500 tahun meninggalkan negerinya tetapi bisa kembali dan membangun negara yang kuat. Dari bangsa-bangsa kuno di Kanaan hanya Israel yang masih eksis. Orang-orang Yahudi adalah orang-orang kaya di dunia yang bisa menggerakkan peta politik dan ekonomi dunia. Mereka adalah penggenapan Firman Tuhan bahwa kekayaan bangsa-bangsa akan diberikan kepada umat pilihan. Umat pilihan di sini adalah bangsa Yahudi.4 Hal ini hanya bisa dilakukan oleh Tuhan yang Mahakuat. Selanjutnya bagaimana dapat membuktikan bahwa Allah itu benar? Jawabnya adalah Kristen atau tepatnya adalah “aku”. Dari kehidupan kita yang cemerlang (dalam kesucian dan kebaikan moral), seorang anak Tuhan membuktikan kebenaran Tuhan. “Aku” di sini adalah kehidupan orang percaya yang menyelenggarakan pemerintahan Allah yang agung di dalam hidupnya.

Inilah tugas berat orang percaya yang harus menunjukkan kebenaran Allah dalam hidupnya. Hidup kita adalah miniatur pemerintahan Allah. Kehidupan kita juga dapat menjadi bukti bahwa ada pemerintahan Allah benar dalam hidup ini. Dari hal ini bisa dimengerti mengapa Tuhan Yesus mengatakan: “Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”.5 Secara harafiah kota itu adalah kota Yerusalem, tetapi secara figuratif kota yang dimaksud adalah Kerajaan Allah. Dalam hal ini surga dapat dilihat dari pemerintahan kerajaan itu dalam kehidupan orang percaya. Dimana pun orang percaya berada, ia membawa pemerintahan Allah atau yang sama dengan kehadiran Allah. Hal ini akan sangat pasti dirasakan oleh orang di sekitar kita.

1) 1Korintus 9:27 ; 2) 1Korintus 9:26 ; 3) Yohanes 17:3 ; 4) Yesaya 60:5,11; 66:6,12 ; 5) Matius 5:14

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.