23. Menemukan Kekasih Abadi

KEKASIH HATI ARTINYA satu sosok yang padanya seseorang menambatkan hati. Kekasih hati adalah sumber kebahagiaan lebih dari apa pun. Kekasih hati mewarnai hidup seseorang dengan sangat dominan. Kekasih hati menjadi kekayaan yang lebih berharga dari apa pun. Kekasih hati seperti candu yang mengikat seseorang sampai tidak dapat terlepas. Kekasih hati adalah belenggu dan penjara yang nikmat dan nyaman yang membuat seseorang tidak ingin keluar dari ruangan penjara tersebut. Dunia menyediakan beragam jenis kekasih hati. Pada dasarnya ketika seseorang tidak menjadikan Tuhan sebagai kekasih hatinya berarti ia sedang menjadikan sosok lain sebagai kekasih hatinya.

Kekasih di dalam dunia ini hanya bisa memberikan kesenangan sementara, tidak lebih dari tujuh puluh tahun. Tidak pernah bisa menjadi kekasih abadi. Lagi pula kekasih di dunia ini tidak dapat menjamin hidup ini dengan sempurna, apalagi di kekekalan. Hanya satu pribadi yang dapat menjadi kekasih abadi, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu sangatlah bodoh dan malang kalau kita tidak memilih Tuhan menjadi kekasih. Untuk menjadikan sesuatu atau seseorang di dunia sebagai kekasih sangat mudah, karena mereka kelihatan, dapat disentuh dan dinikmati secara nyata. Tetapi menjadikan Tuhan sebagai kekasih adalah suatu hal yang sulit, bahkan bisa dibilang mustahil karena Tuhan tidak kelihatan dan kadang Tuhan bersikap seperti tidak ada. Menjadikan sesuatu atau seseorang di dunia sebagai kekasih tidak memerlukan perjuangan, tetapi menjadikan Tuhan sebagai kekasih membutuhkan perjuangan dan pertaruhan segenap hidup. Banyak orang merasa telah menjadi kekasih Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai kekasihnya hanya karena memiliki perasaan sentimental. Memang perasaan sangat memiliki kekuatan untuk menjadikan Tuhan sebagai kekasih, tetapi perasaan tidak bersifat permanen. Perasaan sering tidak stabil. Perasaan harus dibangun dari pengertian yang kokoh. Pengertian yang kokoh akan membangun perasaan cinta yang permanen kepada Tuhan Yesus.

Untuk menjadikan Tuhan sebagai kekasih, seseorang harus berani percaya kepada Tuhan dengan benar. Percaya yang benar dibangun dari mengenal dengan benar siapa Tuhan Yesus. Untuk itu kita harus berusaha mempelajari mengenai pribadi-Nya, yang sama dengan belajar untuk mengenal Tuhan. Usaha ini menunjukkan bahwa kita memilih Tuhan sebagai kekasih. Tanpa mengenal Tuhan seseorang tidak akan dapat menjadikan Dia sebagai kekasih. Bagaimana seseorang bisa berkasih-kasihan dengan sosok yang tidak dikenalnya dan tidak dirasakannya? Pengenalan akan Tuhan dibangun dari dua pilar, pertama pengenalan secara kognitif atau nalar. Kedua, pengalaman nyata dalam kehidupan setiap hari.

Memiliki beberapa kekasih di dunia ini bukan masalah atau tidak terlalu bermasalah, tetapi kalau seseorang menjadikan Tuhan sebagai kekasih berarti ia harus menutup hati terhadap siapa pun dan apa pun. Semua yang dimiliki, baik orang maupun barang harus digunakan untuk kesenangan-Nya. Begitu ekstrimnya hal ini sampai Tuhan Yesus menggunakan kalimat: “Jika kamu tidak membenci ayah, ibu, saudara … bahkan nyawamu kamu tidak dapat menjadi murid-Ku”.1 Menjadikan Tuhan sebagai kekasih berarti mengabdi kepada-Nya, sebab dalam hubungan dengan Tuhan Ia adalah Mempelai Pria. Ketika seseorang mengabdi kepada Tuhan, maka pengabdian itu menciptakan keindahan hubungan dan kenikmatan sebagai kekasih Tuhan. Untuk ini seseorang yang menjadikan Tuhan Yesus sebagai kekasih harus berusaha untuk mengerti apa yang dikehendaki oleh Tuhan guna menyukakan hati-Nya. Seseorang tidak bisa menjadi kekasih Tuhan kalau masih egois atau berurusan dengan Tuhan hanya karena mau memperoleh berkat dan pertolongan dari berbagai persoalan hidup. Dalam hal ini seseorang bisa menjadi kekasih Tuhan yang baik jika bertumbuh dewasa. Seiring dengan pendewasaan seseorang maka semakin berkualitas hubungannya sebagai kekasih Tuhan.

1) Lukas 14:26

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.