22. Panggilan Khusus

SETIAP ORANG YANG percaya kepada Yesus dan hidup di dalam Dia, harus hidup seperti Yesus hidup yaitu menjadi utusan Bapa.1 Hanya kalau seseorang hidup seperti Tuhan Yesus hidup, barulah ia dapat menjadi saksi. Sebab dengan demikian orang percaya dapat membuktikan bahwa dua ribu tahun yang lalu ada sosok Pribadi Agung, yang adalah Anak Allah, pernah hidup. Hidup seperti Yesus berarti hidup dalam pelayanan.2 Orang-orang Kristen seperti ini barulah dapat disebut sebagai jemaat yang misioner. Jadi, menjadikan jemaat misioner adalah keharusan bagi setiap gereja Tuhan. Sayang sekali, banyak orang Kristen yang tidak menyadari dan tidak mau mengerti hal ini. Mereka sibuk dalam berbagai kegiatan keberagamaan tanpa menggiring jemaat pada inti pelayanan tersebut. Orang percaya yang tidak memperagakan hidupnya Tuhan Yesus bukanlah pengikut Kristus. Seseorang yang belum memperagakan kehidupan Tuhan Yesus, sangat sulit dapat menemukan panggilannya secara tepat.

Seperti yang telah disinggung bahwa panggilan itu berkenaan dengan respon terhadap tanggung jawab hidup kepada Tuhan untuk hidup dalam misi-Nya atau dalam pelayanan. Orang percaya harus menemukan tempat dimana ia dapat berkarya bagi Tuhan sebagai responnya. Untuk menggenapi rencana-Nya, Tuhan menempatkan masing-masing individu pada tempat yang khusus. Itulah panggilan tersebut. Masing-masing orang percaya pasti memiliki panggilan yang khas, khusus dan benar-benar spesifik. Dengan demikian yang bertanggung jawab dalam pelayanan atau hidup dalam misi Bapa bukan hanya para rohaniwan, tetapi setiap orang percaya dalam panggilan masing-masing yang tidak kalah mulianya dengan seorang rohaniwan.

Oleh sebab itu jemaat yang memiliki berbagai profesi harus yakin bahwa di dalam profesi yang disandang dan digumuli tersebut ia mengerjakan pekerjaan Tuhan. Ketika Tuhan Yesus mengajak Matius pemungut cukai untuk mengikut Dia, Matius harus meninggalkan rumah cukainya,3 tetapi dalam Lukas 19:1-10, Zakheus yang menerima tawaran mengikut Yesus tidak harus meninggalkan rumah cukainya, ia tetap menjadi pemungut cukai. Tentu praktik-praktik fasik atau segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan dalam pekerjaannya harus ditanggalkan. Di kisah yang lain ketika orang gila di Gadara hendak mengikut Yesus menjadi seperti murid-murid yang lain Tuhan Yesus melarangnya, mengapa? Sebab setiap orang memiliki tempat yang berbeda.4 Masing-masing orang percaya harus menemukan tempatnya yang khusus tersebut di hadapan Tuhan.

Oleh karena setiap orang pasti memiliki tempat yang khusus bagi misi Bapa atau pelayanan pekerjaan Tuhan, itulah sebabnya suatu pekerjaan dikatagorikan sebagai pekerjaan duniawi atau rohani bukan tergantung jenis pekerjaan tersebut tetapi motivasi dan tendensi pekerjaan itu diselenggarakan. Jadi ladang Tuhan itu bukan hanya menyangkut pekerjaan-pekerjaan yang berada di lingkungan gereja tetapi segala sesuatu yang mendukung pelebaran Kerajaan Allah atau bernuansa misi Bapa, itu adalah ladang Tuhan.

Dengan demikian setiap orang percaya dengan yakin melakukan pekerjaan masing-masing, baik sebagai karyawan swasta, pegawai negeri, dokter, kontraktor, suster dan lain-lain untuk kemuliaan Allah. Adapun seorang yang disebut penginjil yang menjadi utusan Injil dapat dikategorikan sebagai panggilan khusus. Tetapi kalau tidak melakukan pekerjaan penginjilan dengan motif yang benar, maka statusnya adalah sebagai penginjil palsu. Sementara berkarya di tempat masing-masing tersebut atau memerankan panggilannya, orang percaya harus menghilangkan unsur-unsur dosa yaitu segala praktik yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan benar-benar menunjukkan kegiatan tersebut bagi kemuliaan Allah. Pengertian ini harus dibagikan kepada semua jemaat Tuhan, agar semua semua jemaat Tuhan atau semua orang percaya terlibat dalam pekerjaan misi.

1) 1Yohanes 1:6 ; 2) Matius 20:28 ; 3) Markus 2:13-17 ; 4) Lukas 8:39

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.