22 Januari 2015: Dia Adalah Kehidupan

Tuhan Yesus berkata dengan tegas bahwa diri-Nya adalah hidup.1 Kata hidup dalam Yohanes 14:6 adalah zoe (ζωή). Kata ini lebih menunjuk kepada hidup dalam pengertian berkualitas tinggi. Dalam teks bahasa Yunani, selain kata zoe, untuk “hidup” terdapat kata bios yang juga diterjemahkan hidup. Walaupun perbedaan kedua kata ini relative, tetapi bios lebih menunjuk atau lebih sering digunakan untuk hidup mahluk pada umumnya tetapi kata zoe menunjuk kepada hidup dalam arti sebuah gaya hidup yang berkualitas tinggi. Ketika Tuhan Yesus berkata: Aku datang untuk memberi hidup2, kata hidup dalam teks ini juga zoe. Tuhan Yesus datang untuk memperkenalkan atau mengajarkan sebuah gaya hidup yang bernilai tinggi dalam kualitas. Kemudian Tuhan juga menambahkan: “…dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Kata kelimpahan dalam teks asilnya adalah perissos (περισσός) yang berarti banyak dalam kualitas (to a much greater degree).

Firman Tuhan mengatakan bahwa di dalam Dia ada hidup dan hidup itu terang manusia.3 Dalam pernyataan ini menunjukkan bahwa manusia telah kehilangan hidup sehingga manusia berjalan di dalam gelap. Hanya Tuhan Yesus yang dapat memberi hidup sehingga seseorang dapat memiliki terang atau berjalan dalam terang. Ini berarti sebelum zaman anugerah tidak ada seorang pun yang dapat memiliki hidup berkualitas tinggi seperti yang dikehendaki oleh Allah. Ini juga berarti bahwa semua mereka semua masih hidup di dalam gelap. Hidup dalam terang maksudnya adalah kehidupan yang bersekutu dengan Allah yang menciptakan. Menjadi sekutu bukan sesuatu yang sederhana, tetapi sesuatu yang dahsyat. Tuhan Yesus menyatakannya dengan kalimat: supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 4

Kehidupan bersekutu seperti tersebut belum pernah dimiliki manusia sebelum zaman Tuhan Yesus. Inilah zoe yang dimaksud oleh Tuhan Yesus. Kehidupan seperti ini dikatakan dalam Yohanes 14: 6 sebagai “datang kepada Bapa” (Yun. erkhetai pros ton patera; ἔρχεται πρὸς τὸν πατέρα). Orang yang hidup dalam persekutuan dengan Bapa adalah orang yang memiliki mata hati yang bisa mengerti dengan jelas kehendak Bapa untuk dilakukan, sehingga dalam hidup ini “rezeki atau makanannya” hanya melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Sesuai dengan prinsip hidup Tuhan Yesus.5 Prinsip hidup ini harus menjadi satu-satunya prinsip dalam kehidupan orang percaya. Jika tidak memiliki prinsip ini berarti ia tidak bisamengikut Tuhan Yesus secara ideal dan harmoni. Inilah gaya hidup anak-anak Allah berkelas bangsawan Surgawi yang lebih agung dari model hidup manapun.

Harus jujur kita akui bahwa kehidupan selevel ini belum dicapai banyak orang. Barangkali kita sendiri juga belum mencapainya. Oleh sebab itu kita harus terus menerus merasa haus dan lapar akan kebenaran artinya selalu merasa belum mencapai target yang dikehendaki oleh Bapa. Jadi, kalau kita merasa belum menemukan Tuhan bukan berarti kita tidak mengenal Tuhan Yesus sama sekali, juga bukan berarti kita belum mengikut jalan Tuhan, tetapi kita belum mencapai level yang ideal. Hal ini harus menganggu jiwa kita sehingga kita terdorong untuk menggumulinya dengan sangat serius. Kalau kita menggumuli dengan serius maka hal-hal lain dalam hidup ini menjadi tidak berarti. Inilah yang dikatakan sebagai mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenarannya.6 Perjalanan hidup kekristenan kita harus diisi dengan perjuangan untuk meraih kehidupan level tinggi yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes tersebut. Kehidupan seperti ini lebih jauh tinggi kualitasnya dibanding dengan filsafat Yunani yang pada zamannya dianggap sebagai kebenaran yang dapat memberi kebahagiaan kepada mereka yang mempelajarinya.

1) Yohanes 14:6 2) Yohanes 10:10 3) Yohanes 1:4 4) Yohanes 17:21 5) Yohanes 4:34
6) Matius 6:33

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.