22. Gaya Hidup Yang Bertolak Belakang

TIDAK BISA DISANGKALI bahwa gaya hidup Tuhan Yesus sendiri adalah gaya hidup yang bertolak belakang dengan gaya hidup manusia pada umumnya. Kalau kehidupan orang percaya belum sampai bertolak belakang dengan gaya hidup dan filosofi manusia pada umumnya, berarti ia belum mencapai Kekristenan yang sejati yang diajarkan Tuhan Yesus. Pada dasarnya mengikut Tuhan Yesus adalah meneladani gaya hidup-Nya. Kalau gaya hidup Tuhan Yesus bertolak belakang dengan gaya hidup manusia pada umumnya, berarti orang percaya yang meneladani gaya hidup-Nya juga ikut bertolak belakang. Kalau kita tidak mengerti hal ini, kita akan menjadi kecewa dan menolak Tuhan, seperti apa yang nyaris terjadi dalam kehidupan Yohanes Pembaptis.1 Ia mengenal Tuhan Yesus sebagai anak Domba Allah tetapi tidak mengenal cara bekerja Tuhan Yesus. Murid-murid-Nya juga pernah kecewa dan tidak seorang pun yang bersedia mengiring Tuhan lagi ketika Tuhan menghadapi sengsara dan kematian-Nya di kayu Salib. Mereka tergoncang karena tidak mengerti isi kehidupan Tuhan Yesus yang sejati.

Murid-murid Tuhan Yesus berharap Tuhan Yesus akan menjadi pahlawan mereka menghalau pemerintahan asing dari tanah Yehuda, tetapi ternyata keadaan sebaliknya. Pengharapan yang ada pada mereka dijungkir balikkan oleh kenyataan yang mereka saksikan, ternyata orang yang mereka sangat harapkan menjadi pendekar versi mereka telah bertekuk lutut di pengadilan kafir dan mati dengan cara sangat hina. Mereka tidak bisa menerima kekalahan itu, dan sebagai reaksi mereka terhadap keadaan itu mereka meninggalkan Tuhan. Mereka tidak siap dengan keadaan tersebut. Bahkan kemudian Petrus yang adalah murid terkemuka sempat menyangkal Tuhan Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka tidak sesuai dengan konsep dalam pikiran mereka. Dalam hal ini Paulus menyatakan bahwa Injil yang murni adalah injil yang tidak berkenan di hati manusia atau bertentangan dengan naluri insani manusia.2

Murid-murid menginginkan kemakmuran duniawi. Mereka tidak mengerti tujuan yang hendak dicapai oleh Tuhan Yesus. Perbedaan konsep mereka dengan Tuhan Yesus sangat mencolok yaitu seperti bumi dan langit. Murid-murid memikirkan perkara di bumi, Tuhan Yesus memikirkan perkara yang di atas.3 Murid-murid mau menyelamatkan kehidupan hari ini tetapi Tuhan Yesus kehilangan kehidupan ini.4 Murid-murid-Nya menjauhi dan menghindari kematian tetapi Tuhan Yesus justru menerima kematian dan masuk ke dalamnya.5 Murid-murid tidak mengerti cara untuk mencapai tujuan tersebut. Biasanya manusia menggunakan kekuasaan fisik atau senjata untuk mencapai tujuan. Tuhan Yesus menjalani kehidupan ini dengan melepaskan semua klaim pada kekuasan yang sebenarnya Ia miliki dan memilih jalan ketidakberdayaan. Kematian-Nya di kayu salib tanpa melawan menunjukkan cara Tuhan Yesus mencapai tujuan-Nya. Tuhan bukan tidak mampu tetapi Tuhan tidak menggunakan cara itu, Tuhan bisa menyuruh malaikat-Nya datang membantu-Nya, tetapi Ia tidak melakukannya.

Kalau kita tidak bersedia menjalani pola kehidupan Tuhan Yesus tersebut, berarti kita tidak dapat menerima keselamatan. Sayang sekali banyak orang Kristen yang tidak siap mengikut Tuhan Yesus dengan cara hidup yang bertolak belakang dengan gaya hidup manusia pada umumnya. Manusia pada umumnya mencari kesenangan, tetapi Tuhan Yesus melepaskan kesenangan. Manusia pada umumnya mau hidup tetapi Tuhan mengajarkan kematian. Manusia pada umumnya mempertahankan nyawa, tetapi Tuhan Yesus menganjurkan untuk kehilangan nyawa. Manusia duniawi mengisi dirinya dengan segala sesuatu tetapi manusia rohani mengosongkan diri.

1) Matius 11:1-6 ; 2) Galatia 1:9-10 ; 3) Kolose 3:1-4 ; 4) Matius 10:39 ; 5) Matius 16:21-26

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.