22 Desember 2014: Mengerjakan Keselamatan

Dengan mengakui bahwa respon manusia juga berperan dalam karya keselamatan dalam Kristus dan yang mengesankan seolah-olah anugerah yang Tuhan berikan belum cukup, membuat sebagian orang Kristen terganggu. Sebab menurut mereka manusia tidak sanggup sama sekali untuk selamat, perlu intervensi Tuhan sepenuhnya atau secara mutlak. Hal ini didasarkan suatu ayat yang mengatakan: “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Ef. 2:1). Mati di sini sering dipahami bahwa manusia tidak sanggup sama sekali untuk meresponi anugerah Tuhan. Kalaupun bisa meresponi anugerah, itu karena intervensi Tuhan di dalam batin manusia. Jadi semua dikerjakan oleh Tuhan, manusia tidak berperan sama sekali. Benarkah ini? Kalau manusia tidak diharapkan responnya mengapa Tuhan selalu menyerukan panggilan pertobatan? Bila semua proses keselamatan hanya dikerjakan oleh Tuhan, maka orang percaya tidak perlu bertindak apa pun sebab keselamatan sudah dikerjakan Tuhan sendiri, all-in. Pemahaman ini akan menutup mata pengertian jemaat Tuhan sehingga mereka tidak tahu bahwa setiap kita juga dituntut untuk bertanggung jawab (Mat. 12:36; Rm. 14:12; 2Kor. 5:9-10). Tanggung jawab itu berupa respon manusia. Kalau Abraham meresponi anugerah sebagai tanggung jawab dengan meninggalkan Urkasdim sampai ia harus memberi korban bakaran dengan menyembelih anaknya sendiri, itu adalah bentuk respon konkrit yang menunjukkan imannya. Demikian pula orang percaya harus berani melepaskan segala sesuatu untuk meresponi anugerah Tuhan. Respon tersebut adalah mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Flp. 2:12). Adalah bodoh, kalau mengatakan bahwa perjuangan masuk jalan sempit untuk mengalami keselamatan akan datang dengan sendirinya karena Tuhan yang mengerjakan di dalam diri kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Pandangan banyak orang bahwa Allah lah yang mengerjakan keselamatan tanpa peran manusia sama sekali didasarkan pada Filipi 2:13. Mereka mengutip ayat tanpa memperhatikan ayat lain. Padahal dalam ayat sebelumnya tertulis agar orang percaya berusaha menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus (Fil. 2:5). Jelas sekali bahwa kita sendiri yang harus menaruh pikiran dan perasaan tersebut. Teks asli Filipi 2:5, tertulis touto gar phroneistho en humin ho kai ento Christo Iesou (Τοῦτο γὰρ φρονείσθω ἐν ὑμῖν ὃ καὶ ἐν χριστῷ Ἰησοῦ). Dalam teks bahasa Inggris versi King James diterjemahkan Let this mind be in you, which was also in Christ Jesus. Dalam Filipi 2:12, jelas sekali tertulis agar kita yang mengerjakan keselamatan itu. Ini merupakan perjuangan yang berat. Menjadi manusia yang berbudi luhur sesuai hukum saja bukan satu hal yang mudah, apalagi menjadi sempurna. Itulah sebabnya terdapat pangilan pemuridan dimana orang percaya harus melewati proses belajar untuk bisa melakukan kehendak Bapa. Kata “kerjakanlah” dalam teks aslinya (Fil. 2:12) adalah katergazesthe (κατεργάζεσθε). Kata ini memiliki bentuk kata kerja present imperative middle second plural dari kata katergazomai (κατεργάζομαι). “ Kerjakanlah” merupakan kata perintah yang artinya juga menyelesaikan (Ingg.to finish, work out), mencapai (achieve, accomplish). Adapun kata mengerjakan dalam dalam Filipi 2:13 bukan katergazesthe (κατεργάζεσθε), tetapi energon (ἐνεργῶν), kata ini memiliki bentuk kata kerja participle present active nominative masculin singular dari kata energeo (ἐνεργέω). Kata energeo bisa berarti to be operative (bisa digunakan), put forth power (menaruh atau memberikan daya), to work for one, aid one (mengerjakan atau membantu seseorang). Perbedaan kata mengerjakan di atas harus diperhatikan, karena memberika pengertian yang berbeda.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.