21 September 2014: Persiapan Dunia Yang Akan Datang

Akibat manusia jatuh dalam dosa memang manusia tidak menjadi manusia yang rusak moralnya sama sekali, artinya tidak hidup dalam gelap sama sekali. Manusia tidak berubah menjadi binatang. Manusia masih tetap bisa berbudi baik dan santun, tetapi manusia tidak memiliki pengenalan akan Allah dan tidak mampu melakukan kehendak Allah, artinya manusia tidak bisa memiliki kehidupan dalam terang secara ideal. Manusia juga telah kehilangan damai sejahtera, sukacita jiwa yang tertopang oleh Roh Kudus. Manusia hidup dalam takut cemas, kuatir dan berbagai perasaan negatif lain. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia memberi terang. Firman Tuhan berkata bahwa dalam Dia ada hidup, dan hidup itu terang manusia (Yoh. 1:4-5). Apa maksudnya? Kalimat ini ternyata berhubungan dengan pernyataan Tuhan dalam Yoh 14:6 dan Yoh 10:10, bahwa Tuhan Yesus datang untuk memberi hidup supaya manusia hidup di dalam kelimpahan. Kata hidup dalam teks-teks tersebut adalah Zoe. Kata zoe biasanya digunakan untuk menunjuk hidup yang bermutu tinggi. Inilah hidup orang-orang yang diperbaharui di dalam Tuhan. Pembaharuan dalam Tuhan Yesus bukan hanya mengubah orang non Kristen menjadi Kristen. Juga tidak cukup mengubah orang yang tidak bermoral menjadi orang yang bermoral.

Dalam Yohanes 1:4-5 tertulis: Dalam Dia ada hidup, artinya ada hidup yang berkualitas tinggi. Oleh karenanya dikatakan bahwa Tuhan memberi hidup dalam kelimpahan. Kata kelimpahan dalam teks aslinya Perissos yang bisa diterjemahkan abundantly, tetapi juga dapat diterjemahkan very highly, sangat tinggi. Hidup yang sangat tinggi artinya sangat berkualitas atau mutunya tinggi. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia memberi terang berarti memberi kemampuan manusia melakukan kehendak Tuhan dan menikmati damai sejahtera-Nya. Kedatangan Tuhan Yesus hendak mengajarkan kehidupan yang mutunya lebih baik sebagai persiapan untuk hidup di dunia yang akan datang. Gereja harus mengajarkan secara lengkap dan utuh, tidak menekankan yang lain. Menjadi orang percaya adalah pembelajaran mengenakan hidup yang baru. Itulah sebabnya menjadi orang percaya berarti menjadi murid. Kepada orang-orang yang datang kepada Tuhan Yesus, Ia berkata: Belajarlah pada-Ku (Mat. 11:28-29). Dengan demikian kalau dikatakan bahwa terang mengubahkan artinya bahwa kedatangan Tuhan mengajarkan hidup yang baru, sehingga orang yang menerima-Nya mengalami hidup dalam terang.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.