21. Dalam Misi Bapa

KATA MISI BERASAL dari kata bahasa latin “misio” yang berarti pengutusan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan “mission”. Kata mission dalam bahasa Inggris bisa berarti orang yang diberi tugas khusus, yaitu seorang utusan atau seorang pekabar Injil. Selain istilah misi, gereja juga mengenal yang disebut apostolatus dan profagatio fidei, kerasulan dan pewartaan iman. Gereja-gereja pada umumnya menggunakan istilah misi ini dari pada apostolatus dan profagatio fidei. Kata misi dalam arti sempit -dalam konteks kekristenan- berarti pengutusan seorang utusan Injil kepada orang-orang yang belum mengenal Injil di suatu daerah atau lokasi tertentu, atau dengan kata lain mengirimkan guru Injil. Dalam arti yang luas dan mendalam atau lengkap, misi memiliki orientasi yang lebih dari sekadar memberitakan Injil tetapi membeberkan kebenaran secara utuh dan lengkap agar kebenaran Tuhan yang tertulis dalam Alkitab diekspresikan atau diterjemahkan dalam kehidupan manusia.

Dalam definisi misi yang dirumuskan oleh American Society of Misiology, misi adalah usaha untuk menghasilkan terobosan terhadap batas-batas antara iman kepada Yesus Kristus dan ketiadaannya. Menurutnya, di dalam misi fungsi-fungsi dasar dari pemberitaan Kristen, dialog, kesaksian, pelayanan holistik, ibadah dalam pertemuan bersama dan penggembalaan juga menjadi perhatian penting dan utama. Bisa dirumuskan lebih lanjut, misi adalah kehadiran gereja di tengah-tengah dunia untuk mengubah dunia sesuai dengan doa Tuhan Yesus: Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga. Kehadiran setiap anak Tuhan sebagai individu dimana pun berada dan melalui segala kiprahnya, harus menjadi terang dan garam. Dalam hal ini, misi bukan saja sebagai usaha mengantarkan berita keselamatan dalam bentuk percakapan atau khotbah, tetapi juga menghadirkan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia secara konkret.

Menimbang pengertian misi di atas maka seorang pelaku misi hendaknya bukan saja mampu mempercakapkan berita tentang keselamatan dalam Yesus Kristus dengan kata-kata, tetapi juga menggiring manusia dengan kebenaran Firman Tuhan secara lengkap dan utuh, guna menerjemahkan iman dalam kehidupan konkret. Inilah sebenarnya proses “penjalaan jiwa” yang benar. Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang sudah menerima Tuhan Yesus ditransformasi menjadi umat pilihan yang tidak bercela, tidak akan kembali kepada pola hidup yang “lama” dan turut mengambil bagian dalam pelayanan. Menjala jiwa bukan hanya membuat mereka menjadi salah satu anggota gereja atau sekadar terdaftar sebagai orang yang beragama Kristen.

Dengan menimbang pengertian misi di atas, maka setiap orang Kristen harus ada di dalam misi Bapa, tidak ada seorang pun anak Tuhan yang tidak turut menanggung beban misi ini. Dalam hal ini kita harus dapat membedakan antara misi dan panggilan. Kalau kata misi diganti dengan kata pelayanan, kita harus bisa membedakan antara pelayanan dan panggilan; We must learn to distinguish between his mission and his call. The mission is general and fundamental, the call is specific and personal. Setiap orang harus hidup dalam misi Bapa atau pelayanan pekerjaan Tuhan (sebab amanat agung Tuhan Yesus tidak hanya ditujukan kepada sekelompok orang saja), dan respon terhadap tanggung jawab hidup adalah kita memiliki panggilan masing-masing di tempat dimana kita harus berada.

Jadi salahlah kalau ada orang percaya merasa tidak bisa melayani pekerjaan Tuhan. Semua orang percaya harus melayani, tidak melayani berarti tidak bertanggung jawab sebagai umat pilihan dalam hidup ini. Tidak melayani -padahal memiliki kesempatan- berarti memberontak kepada Tuhan. Dan setiap pemberontak pasti tidak dikenal oleh Allah atau binasa. Setiap orang Kristen harus hidup dalam misi Tuhan atau dalam pelayanan Tuhan.1 Adapun panggilan menunjuk kepada fungsi orang percaya dalam misi Bapa atau pelayanan tersebut. Dan setiap orang memiliki fungsi berbeda.

1) Yohanes 20:21

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.