20 Januari 2015: Pengertian Jalan

Kata “Jalan” dalam teks Yohanes 14:6 adalah hodos (ὁδός), yang bisa diterjemahkan a road by implication a progress (the route, act or distance); figuratively, a mode or means: journey, (high-) way. Kata ini lebih menunjukkan adanya akses yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan, seperti sebuah “road”; jalan panjang yang harus dilalui. Kata hodos berarti jalan yang berkenaan dengan jarak. Dari pernyataan ini, Tuhan Yesus Kristus hendak menekankan bahwa akses sampai kepada Bapa hanya melalui diri-Nya dan untuk mengalami keselamatan harus mengenali diri-Nya dengan benar. Untuk mengenali Tuhan Yesus yaitu apa yang diajarkan dan dilakukan untuk diteladani harus melalui perjalanan panjang; bukan sesuatu yang mudah. Kalau hanya memiliki informasi singkat bahwa Dia adalah Juru Selamat, tanpa diajar, sekali mendengar saja sudah bisa. Tetapi mengenali apa yang diajarkan dan dilakukan-Nya membutuhkan waktu panjang dan kerja keras serta syarat lainnya.

Banyak orang menyederhanakan hal mengenal Tuhan Yesus sebagai jalan keselamatan. Mereka sudah merasa mengenal Tuhan Yesus dan memercayai-Nya hanya karena memiliki informasi mengenai siapa Dia, kemudian mereka percaya telah memiliki keselamatan. Pengenalan mereka hanya “mengetahui” nama Tuhan Yesus dan setuju bahwa Dia adalah Anak Allah yang menjadi Juru Selamat dunia ini. Pengetahuan yang hanya bersifat informasi singkat dan persetujuan pikiran tersebut, mereka pikir sudah merupakan syarat untuk menjadi anak-anak Tuhan dan dikategorikan sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Tidak heran kalau banyak orang Kristen yang sudah beragama Kristen merasa bahwa mereka sudah menjadi anggota Kerajaan Surga. Sejatinya, orang-orang seperti itu belumlah dapat diperhitungkan sebagai orang yang mengenal Tuhan Yesus dan telah percaya kepada-Nya.

Orang-orang dengan kadar percaya yang tidak memadai tersebut hanya percaya Tuhan Yesus sebagai “jalan yang benar” tetapi tidak melalui atau menjalani jalan tersebut. Menjalani jalan tersebut adalah mengikuti ajaran dan teladan hidup-Nya. Jika tidak, berarti hanya mengetahui bahwa Dia adalah jalannya tetapi tidak menjalani atau melaluinya. Tuhan tidak membutuhkan atau tidak menghendaki orang Kristen hanya mengenal Dia secara informatif dan setuju mengenai siapa Dia, tetapi Tuhan menghendaki orang percaya mengenal Dia secara mendalam dan mengikuti cara hidup-Nya. Mengikuti cara hidup-Nya inilah yang sukar, sehingga banyak teolog hanya cakap bersilat lidah, pembicara dimimbar umbar perkataan dan aktivis gereja hanya sibuk dalam kegiatan organisasi. Mereka hanyalah seperti “penggembira“ dalam masa kampanye tetapi bukan loyalis partai. Mereka berkampanye karena dibayar beberapa ribu rupiah dan diberi makan siang. Mereka bisa ikut kampanye semua partai, asal ada yang membayarnya. Mereka tidak bisa dikatakan sebagai orang-orang yang setia kepada Tuhan. Tidak sedikit jumlah orang-orang Kristen yang kualitasnya seperti ini tanpa menyadari keadaannya yang membahayakan keselamatan jiwanya sendiri.

Orang percaya harus dengan segenap hati mengikuti jejak-Nya. Dengan berbuat demikian berarti seseorang memilih Tuhan Yesus sebagai jalan untuk mencapai Bapa. Proses mencapai Bapa bukanlah sebuah proses otomatis, tetapi pergumulan atau perjuangan yang harus diusahakan setiap orang percaya. Tuhan Yesus Kristus berkata bahwa pintu menuju kehidupan adalah sempit.1 Dalam hal ini tidak ada jalan mudah untuk masuk dalam anggota keluarga Allah. Kekristenan yang diajarkan sebagai jalan yang singkat dan mudah adalah penyesatan terselubung.Dengan demikian betapa penting peran waktu dalam kehidupan ini. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai Bapa. Tuhan Yesus sendiri menyatakan dalam berbagai pernyataan bahwa mengikut Yesus adalah perjalanan yang berat yang harus diperhitungkan dulu anggarannya.2 Hal ini jelas sekali menunjukkan adanya harga tinggi untuk menjadi pengikut-Nya.

1) Matius 7:13-14, Lukas 13:24; 2) Lukas 14:25-35.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.