20. Energi Terbaik Untuk Tuhan

SETIAP ORANG PERCAYA yang menjadi anak-anak Allah memiliki hak yang sama dalam mengalami Tuhan. Allah yang Mahatinggi, Mahakudus dan Mahamulia. Tuhan berkenan berurusan dengan setiap orang percaya. Pengalaman dengan Tuhan maksudnya adalah penggarapan Tuhan yang berkenaan dengan pemenuhan rencana Tuhan dalam hidup masing-masing pribadi. Kalau hanya pertolongan Tuhan berkenaan dengan pemeliharaan atas kebutuhan jasmani tidak signifikan mendewasakan rohani. Berkenaan dengan hal ini orang percaya tidak perlu merasa kecil hati jika tidak mengalami pengalaman dahsyat seperti yang dialami bangsa Israel. Mereka bukan umat pilihan yang disempurnakan. Orang percaya juga jangan merasa bangga jika memiliki pengalaman yang spektakuler berkenaan dengan mukjizat dan tanda ajaib Tuhan, sebab hal itu bukanlah ukuran kedewasaan rohani. Mukjizat-Nya diberikan kepada bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir ke Kanaan saja, tetapi ketika sudah tiba di Kanaan, Tuhan tidak melakukan mukjizat lagi untuk menaklukkan bangsa Kanaan.

Menjadi catatan penting di sini kalau orientasi kita hanya pemeliharaan Tuhan atas kehidupan jasmani, hal ini juga dialami oleh semua manusia. Allah adalah Allah yang setia yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. Tentu saja hal itu bukan hanya ditujukan untuk umat pilihan tetapi juga manusia seantero bumi.1 Bedanya dengan orang yang bukan umat pilihan, pengalaman eksklusif orang percaya dengan Bapa adalah dalam rangka Bapa menggarap anak-anak-Nya supaya mengambil bagian dalam kekudusan-Nya dan mengenakan kodrat Ilahi.2 Pengalaman seperti inilah yang harus kita alami setiap hari sampai kembali ke rumah Bapa. Memiliki pengalaman yang eksklusif dengan Bapa dalam pendidikan-Nya adalah anugerah yang luar biasa.3 Tidak semua manusia memiliki hak dan kesempatan yang luar biasa ini. Kesempatan yang juga merupakan hak istimewa ini tidak boleh digeser oleh kesibukan dan kepentingan  apa pun. Penggeseran tersebut merupakan tindakan bodoh seperti yang dilakukan Esau ketika menukar hak kesulungan dengan sepiring makanan.4 Penyesalannya tidak terlukiskan dengan apa pun. Kita sering menemukan penyimpangan-penyimpangan yang kita anggap tidak merugikan dan tidak membahayakan, padahal itu sangat merugikan dan membahayakan, yaitu ketika kita menggantikan kesempatan untuk beracara dengan Tuhan dengan berbagai kesibukan dan kesenangan.

Banyak orang Kristen menganggap berbagai kesibukan sebagai selingan sesaat yang dianggapnya tidak membahayakan dan merugikan, sebenarnya semua itu seperti sepiring makanan yang bisa merenggut sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini. Dengan berbagai kesenangan perhatian orang percaya terbagi. Energi terbaik orang percaya malah digunakan untuk mengumpulkan harta dunia, sedangkan energi yang kurang baik barulah digunakan untuk Tuhan. Energi terbaik yang dimilikinya yang seharusnya digunakan untuk beracara dengan Tuhan disalurkan kepada yang lain. Sebagai akibatnya banyak kesempatan besar berlalu sia-sia. Banyak berkat rohani yang berguna untuk kesempurnaan berlalu sia-sia dan tidak pernah terulang lagi. Tidak jarang orang Kristen yang mengharapkan yang terbaik dari Tuhan untuk dirinya tetapi tidak memberi yang terbaik yang dimilikinya bagi Tuhan. Orang-orang seperti ini berurusan dengan Tuhan bukan untuk memberi perhatian kepada maksud Tuhan tetapi menginginkan Tuhan memperhatikan maksud dirinya. Mereka tidak mengabdi kepada Tuhan, tetapi berharap Tuhan mengabdi kepadanya. Kebiasaan menggantikan beracara dengan Tuhan dengan hal lain membuat seseorang terbiasa tidak menghargai Tuhan. Sering Tuhan dengan lembut menegur anak-anak-Nya yang bersikap demikian, tetapi kalau yang ditegur tersebut masih mengeraskan hati, maka Tuhan diam saja. Sebenarnya hal ini bisa dikategorikan sebagai penghinaan kepada Tuhan.

1) Matius 5:45 ; 2) Ibrani 12:9 ; 2Petrus 1:3-4 ; 3) Ibrani 12:4-10 ; 4) Ibrani 12:16-17

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.