20 Desember 2014: Kasih Karunia Yang Luar Biasa

Pada dasarnya kata kasih karunia sama artinya dengan anugerah (grace). Selama ini, pada umumnya gereja-gereja dan literatur Kristen lebih sering menggunakan kata anugerah daripada kasih karunia. Kata anugerah dan karunia juga sering digunakan di kalangan orang non Kristen, tetapi kata kasih karunia lebih banyak dijumpai dalam lingkup orang Kristen. Kata kasih karunia dalam teks Ibrani adalah khen ( חֵן ). Adapun dalam bahasa Yunani kata kasih karunia diterjemahkan kharis (χάρις). Kata-kata ini banyak terdapat dalam Alkitab. Pada intinya berbicara mengenai kasih karunia, orientasinya adalah keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus yang diberikan Bapa kepada manusia yaitu manusia yang telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Manusia telah menjadi manusia yang tidak sesuai dengan rancangan Allah semula. Adapun keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan semula, sehingga manusia dapat kembali bersekutu dengan Penciptanya, yaitu menemukan tempatnya di hadapan-Nya. Pertama, kasih karunia berarti suatu pemberian yang sangat bernilai dan dibutuhkan. Tidak akan dapat dikatakan kasih karunia kalau tidak bernilai dan sangat dibutuhkan. Pemberian yang sangat bernilai dan dibutuhkan tersebut adalah keselamatan dari Bapa dalam karya salib Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada yang lebih dibutuhkan manusia dari keselamatan ini. Kedua, kasih karunia berarti pemberian yang diberikan dari pihak yang lebih tinggi derajat atau status kepada pihak yang lebih rendah. Kadang-kadang bisa dipahami juga pemberian dari atasan kepada bawahan. Kalau pemberian dari pihak yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi disebut persembahan atau upeti. Berkenaan dengan keselamatan manusia, tidak ada subyek mana pun yang dapat memberikannya kepada manusia. Keselamatan hanya bisa diberikan oleh Bapa di surga. Dengan demikian keselamatan hanya datang dari tempat yang Mahatinggi. Ketiga, kasih karunia berarti pemberian yang tidak memandang kelayakan si penerima pemberian. Diisyaratkan bahwa si penerima pemberian adalah obyek yang sebenarnya tidak pantas menerima pemberian tersebut. Tanpa memandang kelayakan si penerima pemberian berarti bahwa kasih karunia diberikan karena ketidak pantasan manusia menerima keselamatan serta ketidak berdayaan manusia memilikinya dengan kekuatannya sendiri. Dalam hal ini manusia tidak memiliki jasa sama sekali. Keempat, kasih karunia berarti pemberian kepada suatu obyek tanpa harus membayar atau memenuhi syarat tertentu. Dalam hal ini kasih karunia berarti pemberian cuma-cuma atau tanpa syarat. Manusia menerima keselamatan tanpa harus membayar atau memenuhi syarat. Oleh sebab itu tidak seorang pun bisa membanggakan diri karena memperoleh kasih karunia tersebut. Pemberian Putra Tunggal Bapa adalah kasih karunia yang tiada tara. Dan yang terakhir, kasih karunia juga berarti pemberian yang menjawab tuntas suatu kebutuhan. Tidak bisa dikatakan kasih karunia kalau tidak bisa menjawab suatu kebutuhan secara tuntas, lengkap dan sempurna. Kasih karunia berangkat dari Allah, bukan dari pihak manusia. Allah yang memprakarsai karya keselamatan tersebut dan mewujudkannya dengan sempurna. Dengan demikian keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah keselamatan yang memenuhi kebutuhan. Oleh sebab itu orang percaya tidak perlu menambahkan keselamatan yang telah sempurna yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus dengan hal apa pun. Selain itu, orang percaya tidak diperkenan membuka hati meyakini adanya keselamatan di luar Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus adalah harga mutlak yang tidak bisa diubah atau digeser sedikit pun (Yoh. 14:6).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.