2. Pengertian Mitos

BERTALIAN DENGAN PEMBAHASAN mengenai roh atau Neshamah manusia, tidak bisa tidak kita harus membahas mengenai proses kejatuhan manusia ke dalam dosa. Memang yang dipaparkan di buku ini sangat tidak popular, bahkan bisa menimbulkan kecaman dan penolakan, tetapi kebenaran harus diungkapkan. Apakah kejadian kejatuhan manusia ke dalam dosa dengan makan buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan itu sebuah fakta historis (demikian adanya) atau sebuah figurative atau semacam mitos?1 Mitos dalam pengertian umum adalah cerita atau dongeng yang tidak faktual, artinya bukan suatu kejadian yang nyata. Berbicara mengenai mitos, asumsi orang sudah negatif sebab dikaitkan dengan dongeng-dongeng masyarakat kuno yang tidak logis.

Kitab Kejadian ditulis oleh Musa sekitar tahun 1440 SM, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir. Tentu sangat sulit menjelaskan suatu kebenaran kepada suatu bangsa yang cara berpikirnya tidak maju atau agak primitif setelah selama 430 tahun tertindas sebagai budak di Mesir. Tuhan menggunakan cara lain untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Kisah historis Adam dan Hawa harus dimitoskan, agar mereka memahami pesan dan makna yang terkandung di dalamnya, berhubung ketidakmampuan mereka memahami kebenaran. Makna historisnya adalah Tuhan memberikan kehendak bebas untuk mengambil keputusan, bahwa ketaatan mendatangkan berkat sedangkan ketidaktaatan mendatangkan kutuk.

Dalam konteks menganalisa kitab Kejadian 3, sebenarnya kata mitos juga memiliki pengertian yang lain, yaitu cara untuk mengemukakan suatu kebenaran yang tidak bisa dijelaskan apa adanya berhubung keterbatasan si penerima kebenaran atau karena faktor- faktor tertentu. Seperti ketika seorang anak umur 5 tahun bertanya kepada orang tuanya: Dari mana adiknya berasal? Orang tua akan memberi berbagai jawaban yang “tidak apa adanya”. Orang tua harus menjelaskan dengan cara lain yang bisa dimengerti dan diterima oleh anak-anak. Ada orang tua yang menjawab bahwa adik diperoleh dengan membeli dari rumah sakit atau Tuhan yang mengirim ke rumah. Jawaban-jawaban ini bisa disebut mitos dalam pengertian yang kedua. Hal tersebut dilakukan tidak bermaksud untuk berdusta tetapi menjelaskan suatu fakta dengan cara atau isi yang berbeda, tetapi maknanya bisa ditangkap.

Kalau kisah Adam dan Hawa dalam Kejadian 3 yaitu mengenai kejatuhan manusia ke dalam dosa dipahami secara harafiah, maka Alkitab menjadi buku mitos dalam pengertian umum atau pengertian pertama (sebuah dongeng yang tidak bermakna penting); bagaimana bisa diterima secara logis kalau dengan makan buah tersebut maka mata bisa terbuka dan menyadari ketelanjangan? Jika demikian, maka Alkitab menjadi buku yang berkualitas rendah, sama dengan buku yang memuat dongeng-dongeng dan legenda-legenda dalam berbagai agama primitif. Seharusnya kita memahami kisah Adam dan Hawa tidak lagi seperti anak-anak sekolah Minggu. Dalam hal ini yang penting bukan historisnya tetapi maknanya, sebab cerita tersebut mengandung pelajaran atau hikmah. Sebenarnya sangat lebih mungkin kalau kisah Adam dan Hawa dengan pohon pengetahuan yang baik dan jahat adalah mitos dalam pengertian kedua. Dalam kisah tersebut hendak ditekankan bahwa manusia memilih untuk mengisi jiwanya secara terus menerus dengan sesuatu yang tidak bersumber dari Allah sendiri.2 Sebagai akibatnya mereka jatuh dalam dosa. Tindakan tersebut merusak nurani di dalam neshamahnya. Dengan dikemukakan melalui cara yang sederhana atau dimitoskan maka kisah tersebut memiliki fleksibilitas dan dinamisitas yang tinggi, maksudnya sepanjang masa bisa diperoleh implikasi dan aplikasinya; bukan sekedar cerita Adam makan buah terlarang lalu jatuh dalam dosa dan menyadari ketelanjangannya.

1)Kejadian 3:1-7; 2) 2Korintus 11:2-3

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.