2. PANTAS DISEBUT ANAK ALAH

SETIAP ORANG KRISTEN pasti mengaku sebagai anak-anak Allah. Benarkah setiap orang Kristen adalah anak-anak Allah? Bagaimana sebenarnya seseorang pantas disebut sebagai anak-anak Allah? Dalam Roma 8:14 Alkitab mencatat bahwa semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah. Jadi, orang yang tidak dipimpin oleh Roh Allah berarti bukan anak Allah. Kata “dipimpin” dalam teks aslinya adalah agontai (ἄγονται) dari akar kata ago (ἄγω), selain berarti memimpin (to lead) juga berarti “dibawa” (to bring; to carry) atau dimotori (to drive). Istilah anak Allah ini (Ibr. ben Elohim) muncul pertama dalam Kejadian 6:1-3. Siapa sebenarnya anak-anak Allah di Kejadian 6:1-3 tersebut dan apa dasarnya mereka disebut anak-anak Allah?

Pada waktu itu manusia dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu keturunan Kain dan keturunan Set (pengganti Habel yang telah dibunuh oleh Kain). Keturunan Kain adalah keturunan orang-orang yang pola hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, poligami, balas dendam dan lain sebagainya.1 Keturunan Kain tidak hidup dalam pimpinan Roh Allah, di pihak lain Tuhan masih menopang keturunan Set dengan menaruh Roh-Nya di dalam diri mereka.2 Walaupun manusia sudah terusir dari Eden, tetapi Roh Allah -masih dengan setia memimpin mereka. Dalam hal ini nyata kasih setia Tuhan yang sangat luar biasa. Sungguh sangat mengharukan, sebab ternyata keturunan Set (anak-anak Allah) tidak hidup dalam pimpinan Roh Allah. Mereka melakukan kawin campur dengan keturunan Kain (anak manusia), mereka hidup dalam “keinginan daging” sehingga perbuatan mereka semata-mata melukai hati Tuhan.3 Oleh karena itu, Roh Tuhan undur dari kehidupan manusia. Sejak itu tidak ada manusia yang pantas disebut sebagai anak-anak Allah. Alkitab tidak menyebut secara eksplisit bahwa manusia pantas disebut sebagai anak-anak Allah.

Pada zaman anugerah ini, Tuhan membuka kesempatan bagi manusia untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu hidup dalam pimpinan Roh Allah. Roh Allah berkenan kembali diberikan untuk diam di dalam diri manusia. Inilah yang dijanjikan Tuhan Yesus, bahwa lebih berguna bagi orang percaya, jika Dia pergi. Sebab jikalau Dia tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepada orang percaya, tetapi jikalau Dia pergi, Dia akan mengutus Roh Kudus kepada orang percaya.4

Kita adalah orang-orang yang sungguh beruntung, karena kita menjadi orang yang terpilih untuk bisa hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak mendukakan Roh Kudus yang telah dimateraikan kepada kita. Jangan sampai peristiwa di Kejadian 6 terulang lagi. Karena manusia tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus, selalu hidup dalam kedagingan maka Roh Allah undur. Inilah yang disebut sebagai menghujat Roh Kudus. Menghujat Roh Kudus berarti menolak karya Roh Kudus yang menuntun orang Kristen untuk hidup sebagai anak-anak Allah. Bila kesempatan ini tidak dihargai, maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua.

Dalam Ibrani 12:8 terdapat kata anak gampang. Apa sebenarnya maksudnya? Dalam teks asli Alkitab kata anak gampang di sini adalah “nothos’ (νόθος) yang artinya anak yang tidak resmi (Ing. illegitimate son). Kata ini juga bisa berarti anak haram (Ing. bastard). Dalam Yunani selain ada kata nothos juga ada kata huios (υἱός) yang artinya anak dalam arti anak yang resmi atau anak yang sungguh-sungguh memiliki pertalian keluarga atau anak yang sah (Ing. kinship). Kata ini juga digunakan sebagai sebutan bagi Yesus yang adalah Anak Allah. Jadi, ada anak yang berstatus sebagai anak sah yang akan mewarisi kekayaan dan keagungan orang tua, atau seperti Pangeran, tetapi ada anak-anak gampang, anak yang tidak sah yang tidak akan mewarisi kekayaan orang tua. Dalam kehidupan orang Kristen juga terdapat orang-orang yang tergolong sebagai nothos dan sebagai huios. Kalau jujur, saudara termasuk yang mana?

1) Kejadian 4:17-26 ; 2) Kejadian 6:3 ; 3) Kejadian 6:5-6 ; 4) Yohanes 16:7

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.