19. KEHIDUPAN YANG BERDAMPAK

KEHIDUPAN ANAK-ANAK Allah yang benar pasti berdampak bagi orang di sekitarnya. Dampak apakah yang diharapkan terjadi dalam kehidupan orang di sekitar kita? Tentu saja keselamatan terjadi atau berlangsung dalam kehidupan orang di sekitar kita. Keselamatan itu bisa dibagi dalam dua kategori. Pertama, seseorang diperkenan masuk dalam kehidupan yang akan datang, yaitu mereka yang bukan umat pilihan, yang dihakimi menurut perbuatan. Mereka yang tidak terpilih ini adalah orang-orang yang berkeadaan tidak mendengar Injil dengan benar, sejak kecil telah diracuni dengan fitnah terhadap Injil dan diri Tuhan Yesus sendiri, cacat fisik atau mental yang membuat dirinya tidak mampu memahami kebenaran dan berbagai kausalitas lainnya. Banyak orang seperti ini di sekitar kita, seperti pembantu rumah tangga, sopir, bawahan, tetangga, teman usaha dan lain sebagainya. Kalau mereka tahu, sebenarnya keadaan mereka yang tidak mengenal Injil itu tidak mereka inginkan. Mereka hanya menerima apa yang ditentukan Tuhan atas mereka. Mereka tidak diberi banyak seperti orang Kristen yang mendengar Injil dan berkeadaan baik dan kondisi yang mendukung untuk mendengar Injil dan bertumbuh dalam iman secara sempurna. Dalam hal ini berlaku tatanan Tuhan, bahwa yang diberi banyak dituntut banyak. Kategori kedua adalah umat pilihan yang dikehendaki untuk dikembalikan ke rancangan semula. Disebut umat pilihan sebab mereka mendengar Injil dengan benar, sehat jasmani rohani dan memiliki segala peluang untuk mendengar Injil secara memadai.

Dampak itu berangkat dari menjadi saksi bagi Kristus. Kehidupan orang percaya yang berkualitas seperti Tuhan Yesus membuktikan dan menunjukkan bahwa dua ribu tahun yang lalu ada seorang pria yang mengaku (memang demikian) sebagai Mesias, Anak Tunggal Allah yang hidup. Untuk ini orang percaya harus benar-benar memiliki kehidupan yang benar, cemerlang,

kudus dan tidak bercacat dan tidak bercela dalam seluruh aspek hidupnya. Idealnya, dalam segala hal seseorang tidak dapat mempersalahkan kita. Jika tidak memiliki kesempurnaan sebagai anak-anak Allah, seseorang tidak akan dapat membawa dampak yang berarti. Maksud dari semua ini adalah agar kehidupan orang percaya dapat mengubah orang lain. Bagi orang yang bukan umat pilihan, dengan melihat perbuatan agung yang dilakukan orang percaya, mereka tidak melawan orang percaya. Tuhan Yesus berkata bahwa orang yang tidak melawan kita berarti di pihak kita.1 Orang-orang yang tadinya melawan orang percaya dan Injil, akan berbalik ke pihak Injil, walaupun mereka tidak pernah menjadi orang Kristen. Perbuatan baik anak Allah juga tidak menjadi batu sandungan. Sehingga walaupun mereka tidak menjadi anak Allah yang sah (huios), tetapi mereka cukup berbuat baik dan bisa menjadi anggota masyarakat Kerajaan Surga. Diharapkan orang-orang Kristen ini bukan hanya bertahan sebagai orang Kristen tetapi masuk kelompok kedua, yaitu mereka yang dikembalikan ke rancangan semula Allah, menjadi anak-anak Allah yang sempurna atau ideal. Hidup kita harus menjadi pola dengan mana orang membangun diri mereka. Orang percaya yang menjadi anak-anak Allah yang ideal harus menjadi teladan dalam seluruh tingkah lakunya.2

Sesungguhnya hal ini berkenaan dengan buah yang dikehendaki oleh Tuhan. Hal utama yang harus dihasilkan oleh kehidupan orang percaya adalah karakter Kristus yang terperagakan atau terselenggarakan dalam hidup orang percaya. Selanjutnya dari kehidupan yang luar biasa ini seseorang dapat menghasilkan buah. Buah pertama adalah orang-orang yang diperkenan menjadi anggota masyarakat dalam Kerajaan Surga. Adapun buah yang kedua yang utama dan lebih penting adalah orang-orang yang terbentuk menjadi anak-anak Allah yang sempurna atau ideal atau menjadi corpus delicti.

1) Markus 9:40 ; 2) 1Korintus 4:6,16; Filipi 3:17; 1Tesalonika 1:7; 2Tesalonika 3:7,9; 1Timotius 4:12; Titus 2:7

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.