18 September 2014: Masih Bisa Dikerat

Fakta yang tidak bisa dibantah dalam kehidupan orang percaya bahwa Tuhan bisa mengerat atau memotong orang-orang yang dipilih Tuhan, artinya membuangnya ke dalam neraka. Kebenaran ini dijelaskan dalam Roma 11:17-24. Dalam tulisannya, Paulus menunjukkan bahwa kalau cabang asli yaitu bangsa Israel bisa dipotong demikian pula dengan batang cangkokan yaitu orang Kristen dari berbagai suku bangsa. Di ayat 22 tertulis: Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga. Ayat-ayat ini jelas menunjukkan bahwa kehidupan bangsa Israel paralel dengan kehidupan orang percaya di jaman anugerah. Oleh sebab itu kita tidak boleh berpikir seakan-akan ada orang-orang Kristen yang dipilih Tuhan untuk selamat tidak akan pernah bisa dikerat Tuhan. Pernyataan tersebut tidak akan ditulis Paulus kalau orang percaya tidak akan pernah bisa dikerat oleh Tuhan. Justru dengan tulisan tersebut dimaksudkan agar orang percaya berhati-hati dalam perilakunya, agar tidak menjadi carang yang dikerat atau dipotong.

Menanggapi kebenaran tersebut, kita harus mulai belajar untuk sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada kehendak Bapa. Pertama kita harus melakukan semua hukum Tuhan. Hukum Tuhan di sini maksudnya adalah kebaikan moral umum. Kita harus hidup dalam penghormatan kepada orang tua, tidak membunuh, kesetiaan kepada pasangan hidup, hidup dalam kejujuran, tidak mengingini milik orang lain dan lain sebagainya. Kedua, kita harus mengerti kehendak atau keinginan Tuhan dalam segala perkara dan menurutinya. Kalau melakukan hukum saja tidak bisa, bagaimana mau melakukan kehendak Tuhan yang lebih rumit. Secara moral umum harus sudah baik dulu barulah bisa meningkat untuk dapat mengerti keinginan Tuhan dan hidup di dalam keinginan Tuhan. Goal yang harus dicapai adalah menjadi sempurna seperti Tuhan Yesus yang hidup hanya untuk melakukan kehendak Bapa. Hal ini sama dengan menjadi corpus delicti. Selanjutnya segenap hidup kita harus diserahkan kepada Tuhan agar dapat digunakan untuk menolong orang lain agar mereka juga dapat menjadi corpus delicti. Dengan cara hidup seperti ini kita mengarahkan kiblat hidup kita secara benar menuju Kerajaan Surga, sehingga kita sampai di sana.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.