18. Mendukakan Roh Kudus

KUASA KEGELAPAN MELALUI orang-orang tertentu –yang mengaku sebagai “hamba Tuhan”- mengajarkan apa yang tidak diajarkan oleh Tuhan Yesus. Mereka hanya mengajarkan pengalaman pribadi dan menekankan berbagai mukjizat serta berkat jasmani saja. Mereka tidak mengajarkan bagaimana umat belajar kebenaran Injil yang murni dan hidup sesuai dengan Injil atau gaya hidup yang Tuhan Yesus peragakan. Dengan cara ini, jemaat tidak dibawa kepada keselamatan yang sesungguhnya. Bisa dimengerti mengapa Paulus begitu marah kalau ada yang mengajarkan Injil yang sebenarnya bukan Injil.1 Dalam pernyataannya, Paulus mengutuk mereka yang mengajarkan ajaran Injil palsu tersebut. Injil yang palsu tidak mendorong dan membuat seseorang melakukan kehendak Allah dengan benar. Mereka menganggap melakukan kehendak Allah bukanlah hal yang paling utama.

Melakukan kehendak sendiri adalah hal yang otomatis bisa berlangsung, tetapi melakukan kehendak Allah adalah perjuangan. Hal ini tidak diperjuangkan oleh Allah, tetapi diperjuangkan oleh setiap individu dalam kehidupan orang Kristen hari ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua”.2 Pernyataan Tuhan ini jelas menunjukkan bahwa situasi hidup manusia pada zaman Nuh itu sama dengan pada zaman kita, di dalamnya termasuk kehidupan anak-anak Allah. Pada akhir zaman banyak anak-anak Allah yang gagal hidup dalam pimpinan Roh Allah, sehingga Roh Allah undur karena mereka hidup dalam daging atau menuruti keinginan sendiri. Oleh sebab itu setiap orang Kristen harus berjuang agar tidak terpengaruhi oleh pola hidup manusia di sekitar, tetapi sebaliknya tetap berjuang untuk hidup sebagai anak-anak Allah yang menujukan hatinya kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya saja.

Pada dasarnya, zaman anugerah adalah masa dimana baptisan Roh Kudus diberikan agar manusia memiliki kemungkinan dan potensi untuk menjadi sempurna seperti Allah. Hal ini bukan berarti membuat otomatis seseorang yang dipimpin Roh Kudus pasti bisa lulus menjadi seperti yang Allah kehendaki. Hal ini tergantung respon individu. Itulah sebabnya Firman Tuhan menganjurkan agar seseorang memberi dirinya untuk dipimpim Roh Kudus bukan dipimpin dagingnya.3 Ini adalah masa yang sangat luar biasa yang dinantikan orang-orang benar dan para nabi Perjanjian Lama.

Firman Tuhan menasihati agar orang percaya tidak mendukakan Roh Kudus.4 Mengapa bisa mendukakan Roh Kudus? Sebab ada kemungkinan orang percaya kembali pada cara hidupnya yang lama, sama seperti cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah.5 Teks ini jelas sekali memaparkan bahwa ada kemungkinan seseorang yang sudah dimateraikan oleh Roh Kudus,6 bisa kembali ke cara hidup lamanya. Tidak mengherankan kalau nama seseorang yang sudah tertulis dalam kitab kehidupan bisa terhapus.7 Kalau dikatakan bisa mendukakan Roh Kudus berarti setiap individu memiliki peluang untuk mendukakan atau menyenangkan Roh Kudus. Ini berarti salahlah pandangan yang mengatakan bahwa segala sesuatu dikerjakan oleh Roh Kudus bersifat mutlak atau absolut, dimana manusia hanya menerima saja penggarapan-Nya, sehingga ada orang yang pasti dipilih untuk selamat dan yang lain tidak. Sangatlah tidak mungkin Roh Kudus membuat seseorang bisa menyukakan hati-Nya tetapi di pihak lain Roh Kudus membuat seseorang mendukakan hati-Nya sendiri. Kalau seseorang hidup dalam daging dan selalu mendukakan Roh Allah, maka Roh Kudus berhenti menggarap mereka. Ini berarti ia sudah sampai taraf memadamkan Roh.8 Sampai taraf tertentu kalau seseorang tidak bersedia bertobat, maka ia bisa menghujat Roh. Jadi, menghujat Roh bisa terjadi atas mereka yang sudah menerima penggarapan Roh Kudus atau telah mengalami atau ada di masa baptisan Roh Kudus.9

1) Galatia 1:6-10 ; 2) Lukas 17:26-27 ; 3) Galatia 5:16-26 ; 4) Efesus 4:30 ; 5) Efesus 4:17
6) Efesus 1:13 ; 7) Wahyu 3:5 ; 8) 1Tesalonika 5:19 ; 9) Ibrani 6:4-8

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.