17 November 2014: Sophroneo

Firman Tuhan mengatakan: “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1Ptr. 4:7). Terdapat dua pokok pikiran penting dalam ayat tersebut yaitu kuasai dirimu dan jadilah tenang. Kata menguasai diri di sini dalam teks aslinya adalah sōphronēsate(σωφρονήσατε). Kata ini bisa berarti berlatih menguasai diri (to exercise self control). Pada intinya menguasai diri di sini artinya bisa mengendalikan diri sendiri. Tidak ada faktor luar yang dapat mengganggu suasana jiwa kita. Orang yang berharap keadaan luar atau lingkungannya menjadi seperti yang diharapkan karena dipandang dapat membahagiakan adalah orang yang akan dikuasai, dikendalikan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Orang-orang seperti ini pasti diperbudak oleh dunia sekitarnya. Dunia sekitarnya bisa berupa dunia hiburan, mode, hobi dan banyak hal lain. Apa pun keadaan kita, kita harus waspada jangan sampai keadaan di sekitar kita mengendalikan hidup kita. Menjadi tenang dalam teks aslinya adalah nēpsate (νήψατε) artinya tidak limbung atau tidak gontai atau tetap kokoh. Kita harus tenang supaya kita bisa fokus kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan agar kita bisa berdoa. Berdoa di sini bukan hanya meminta, tetapi memiliki hubungan interaksi yang baik dengan Tuhan.

Untuk bisa mengubah keadaan, dalam hal ini keadaan jiwa supaya menjadi tenang, kita harus berlatih. Harus dimengerti bahwa yang membuat kita limbung atau gontai adalah diri sendiri. Selama kita masih memiliki banyak keinginan dan cita-cita kita akan terus gontai, tidak stabil, sehingga kita tidak dapat berjalan dengan Tuhan. Tuhan mau mengatakan: Jangan takut anak-Ku, Aku tahu apa yang kamu butuhkan, yang penting bagi kamu adalah carilah Kerajaan-Ku (Mat. 6:32-33). Kita harus bertarung dengan diri sendiri, yaitu bertarung untuk menaklukkan diri sendiri agar tidak mengingini dunia dan isinya. Untuk itu harus terus belajar menikmati Tuhan tanpa embel-embel atau tambahan. Mencari kerajaan Allah adalah proses menjadi anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya. Setiap hari yang kita cari adalah bagaimana hidup kita semakin berkenan kepada Tuhan atau sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab hanya orang yang hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan yang dapat berjalan beriringan dengan Tuhan. Pekerjaan yang lain adalah sambilan dan merupakan pendukung untuk pencarian kehidupan yang berkenan kepada Tuhan ini.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.