17. KUALITAS HATI NURANI

Sebenarnya sangatlah sulit membedakan antara karakter atau watak dan kepribadian. Tetapi bagaimanapun, keduanya dapat dibedakan. Kepribadian seseorang diperoleh atau dimiliki sebagai warisan dari orang tua. Ini adalah ciri dasar dari seseorang yang bisa permanen, sulit berubah, atau mungkin tidak bisa berubah kecuali ada hal-hal yang luar biasa terjadi dalam kehidupan seseorang. Dalam penjelasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa seharusnya keunikan yang dimiliki seseorang tidak digantikan oleh bentuk, sifat atau model yang lain. Kita dilahirkan orisinal, hendaknya tidak mati dalam bentuk imitasi. Orisinalitas yang dimiliki seseorang hendaknya tidak digantikan yang lain. Kita masing-masing harus menjaganya dalam pimpinan Roh Kudus, serta mengembangkannya sesuai dengan maksud dan rencana Allah menciptakan hal tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa terdapat usaha untuk memberi sebutan terhadap beberapa tipe kepribadian seseorang. Tetapi pada kenyataannya tidak ada orang yang sama persis keadaannya. Dalam hal ini harus ditegaskan bahwa kepribadian adalah model yang diberikan Allah kepada masing-masing individu, sejak ada dalam kandungan. Adapun karakter atau watak diperoleh dari perjalanan hidup seseorang, yaitu apa yang dilihat dan didengarnya, kemudian dimasukkan ke dalam neshamah-nya. Karakter atau watak bisa menjadi lukisan dari perjalanan hidup seseorang. Karakter atau watak ini adalah ekspresi dari keadaan nuraninya. Bagaimana kualitas karakter tergantung kepada keadaan nuraninya.

Dengan cara lain bisa dijelaskan bahwa sebenarnya kepribadian adalah bagian dari manusia batiniah yang diperoleh seseorang sejak lahir. Itu adalah warisan yang lebih bersifat permanen. Ibarat pakaian, kepribadian adalah modelnya, adapun kualitas bahan pakaian tersebut tergantung bagaimana seseorang membangun nurani. Nurani tidak kelihatan, tetapi ekspresi dari nurani nampak dari tindakan seseorang yang dinilai sebagai watak atau karakternya. Adapun kepribadian adalah model atau cara dari tindakan seseorang tersebut. Orang yang berkepribadian kasar menampilkan kemarahan dengan tindakan-tindakan kasarnya, tetapi seorang yang berkepribadian lembut mengekspresikan kemarahannya dengan cara lain. Dalam hal ini yang penting bukan hanya model atau caranya mengekspresikan suatu tindakan, tetapi motivasi seseorang melakukan hal tersebut. Motivasi tersebut didasarkan pada parameter: apakah tindakan yang dilakukan seseorang menurut roh atau menurut daging. Menurut roh artinya sesuai dengan karakter atau sifat Allah atau sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah, adapun menurut daging artinya tidak sesuai dengan sifat atau karakter Allah.

Karakter dan kepribadian tidak dapat dipisahkan, sebab apa yang mewarnai jiwa seseorang dalam waktu yang lama dan intensif akan mengkristal menjadi isi dari nuraninya, dan nurani inilah yang mewarnai kepribadiannya. Jadi, perlu ditegaskan, bahwa segala seuatu yang paling banyak mengisi jiwa seseorang dan diinput ke neshamah-nya akan membangun nurani seseorang. Kemudian nurani seseorang akan mewarnai kepribadiannya yang mana menjadi kualitas setiap individu. Itulah sebabnya dapat dijelaskan pula bahwa nurani menunjuk kualitas kepribadiannya.

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tetapi walaupun berbeda-beda yang penting kepribadian tersebut harus dapat mengekspresikan karakter Kristus. Itulah sebabnya, maka setiap orang percaya harus memiliki nurani Kristus, yang sama dengan memiliki Roh Kristus. Nurani Kristus memiliki ciri utama, bahwa semua tindakan yang dilakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Bisa dipahami kalau prinsip hidup Yesus adalah: Makanan-Ku melakukan kehendak Bapa serta menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yoh. 4:34). Dengan keberadaan kepribadian yang berbedaa-beda tersebut, maka setiap orang dapat memiliki tempat yang khas dan istimewa di hadapan Allah dalam menyelesaikan pekerjaan-Nya. Dalam hal ini sangatlah bisa dipahami bahwa orang percaya seperti anggota tubuh yang memiliki keadaan dan fungsi yang berbeda bagi Kerajaan Allah.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.