17 Januari 2015: Hidup Dalam Perlindungan Tuhan

Tuhan merencanakan keselamatan atas semua umat manusia, sebab Ia tidak menghendaki seorang pun binasa.1 Semua tindakan Tuhan di atas muka bumi ini adalah usaha untuk menyelamatkan manusia, yaitu bagaimana mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya semula. Tuhan tidak memiliki proyek selain proyek ini. Tuhan mengerahkan semua yang dimiliki-Nya demi proyek keselamatan manusia tersebut. Dari hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa hidup dalam perlindungan Tuhan berarti hidup di dalam rencana-Nya. Tuhan tidak akan melindungi sesuatu yang tidak bertalian dengan proyek-Nya. Proyek satu-satunya adalah mengembalikan manusia kepada rancangan semula. Jadi, orang yang tidak hidup dalam proyek Tuhan tersebut tidak akan mendapat perlindungan Tuhan. Kalau selama ini Tuhan masih memberikan pemeliharaan-Nya atas kehidupan manusia secara umum dan secara individu, hal itu menunjukkan Tuhan memberikan kesempatan kepada semua orang agar tidak ada yang binasa. Jika waktu yang disediakan Tuhan habis maka bumi akan dibakar dengan lautan api.2 Selama kesabaran Tuhan masih ada, Tuhan masih memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat. Harus selalu diingat bahwa kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah hanya sekali saja. Oleh sebab itu, kesempatan yang hanya satu-satunya ini harus dihargai tinggi.

Oleh sebab Tuhan masih memberikan kesempatan yang sangat berharga, maka kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan sungguh-sungguh artinya berusaha untuk dijauhkan dari kebinasaan, agar keselamatan menjadi milik yang pasti atau memiliki hak penuh masuk kerajaan Allah.3 Usaha seperti ini disebut sebagai “mendahulukan Kerajaan Allah”.4 Orang yang mendahulukan Kerajaan Allah pasti mendapat pemeliharaan yang khusus dari Tuhan. Selanjutnya kalau kita berusaha untuk membawa orang lain juga masuk proses keselamatan ini, maka Tuhan pasti menyertai kita secara khusus. Hal ini nampak nyata dalam janji penyertaan Tuhan sampai pada kesudahan zaman hanya bagi orang-orang yang melaksanakan amanat agung-Nya.5 Orang yang tidak peduli pekerjaan Tuhan tidak layak menerima perlindungan Tuhan. Oleh sebab itu hendaknya kita tidak mudah berkata bahwa Tuhan menyertai seseorang. Tuhan tidak menyertai orang yang menyertai dirinya sendiri tetapi tidak menyertai pekerjaan Tuhan.

Jika seseorang mengharapkan Tuhan menyertai untuk melindunginya pada hal ia tidak hidup dalam rencana Tuhan yaitu tidak mengerjakan keselamatan dan tidak turut serta melayani Tuhan dengan membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan, berarti ia hanya mau menjadi Tuhan sebagai “pembantunya”. Tuhan tidak bisa diperdaya. Usaha memperdaya Tuhan, seperti orang yang tidak mengenal Tuhan memperdaya dewanya, masih banyak dilakukan oleh orang-orang Kristen yang tidak mengerti kebenaran. Pada akhirnya mereka akan ditinggalkan Tuhan di kekekalan dengan pernyataan: “Aku tidak kenal kamu”.6 Sebaliknya, kalau seseorang serius mengerjakan keselamatannya yang sama dengan mendahulukan Kerajaan Allah, maka Tuhan akan memberi perlindungan agar proses keselamatannya berlangsung dengan baik dan suatu hari nanti Bapa bisa memberikan perlindungan kekal-Nya di Kerajaan Surga. Hal ini sejajar dengan “Allah turut bekerja dalam segala hal mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan”.7 Tidak mengasihi Tuhan berarti tidak akan digarap Tuhan. Jadi, kalau seseorang hidup dalam rencana-Nya yaitu mengerjakan keselamatannya sendiri dan menuntun orang lain untuk diselamatkan, maka walaupun tidak memohon perlindungan Tuhan, Tuhan pasti tetap selalu melindungi. Perlindungan Tuhan baik atas kehidupan jasmani dan rohaninya atau keselamatan jiwa menjadi hak orang percaya yang mendahulukan Kerajaan Allah dan sungguh-sungguh berniat menjadi orang yang berkenan kepada-Nya.

1) 2Petrus 3:9 2) 2Petrus 3:7-9 3) Ibrani 6:11; 2Petrus 1:11 4) Matius 6:335) Matius 28:18-20 6) Matius 7:21-23 7) Roma 8:28

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.