17 Desember 2014: Makin Memburuk

Dalam Daniel 12:10 tertulis “bahwa banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya”. Daniel menulis tulisan ini berkenaan dengan akhir zaman (Dan. 12:1-3). Satu pihak banyak orang akan dimurnikan oleh Tuhan artinya semakin hidup kudus, tetapi di pihak lain banyak manusia menjadi semakin terang-terangan berbuat jahat. Hal ini terbukti sekarang orang sudah tidak malu lagi berbuat dosa. Banyak orang terang-terangan berbuat kejahatan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa manusia menjadi semakin jahat. Banyak orang tidak memedulikan agama atau gereja. Ke gereja hanya setahun sekali waktu Natal. Mereka tidak memedulikan keselamatan jiwa mereka. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa suasana dunia akhir zaman dengan kalimat, “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang menjadi dingin” (Mat. 24:12). Dalam Matius 24:1-11 Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai akhir zaman. Bahwa di akhir zaman dunia akan terjadi banyak konflik dan perang antar bangsa, kelaparan dan berbagai bencana, tetapi yang harus paling diwaspadai adalah manusia bertambah jahat. Kalau manusia sebagai pelaku kehidupan semakin durhaka dan kasih kebanyakan orang menjadi dingin maka pasti dunia semakin rusak. Suasana dunia seperti inilah yang harus kita waspadai dengan sungguh-sungguh karena pengaruhnya bisa merusak iman kita. Tuhan Yesus juga menyatakan dengan jelas bahwa di akhir zaman ini juga muncul berbagai penyesatan. Penyesatan ini diidentifikasi sebagai nabi palsu dan Kristus palsu (Mat. 24:5-7; 23-24). Nabi palsu bukan berarti mereka yang ada di luar gereja. Boleh jadi ada di dalam gereja, disahkan oleh sinode sebagai pendeta tetapi tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan dan tidak hidup dalam kebenaran Allah namun mengajar orang lain atas nama Tuhan. Inilah nabi palsu yang berdasi. Pada masa sekarang ini juga akan muncul antikris yang akan menyesatkan dan menyusahkan orang percaya (2Tes. 2:3-7). Penyesatan ini bisa membangun pola berpikir yang salah. Pola berpikir yang salah tidak akan membawa orang percaya sebagai anak-anak Tuhan yang benar. Mereka akan mudah terbawa arus dunia ini. Rasul Paulus menjelaskan dunia akhir zaman dalam 2Timotius 3:1-5, masa ini diidentifikasikan dengan sebagai “masa yang sukar”. Secara terperinci Paulus menulis situasi manusia di akhir zaman sebagai berikut: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memedulikan agama, tidak tahu mengasihi…” Inilah keadaan dunia akhir zaman. Banyak orang tidak rela kalau masa depan dunia ini menjadi buruk, itulah sebabnya banyak doa dinaikkan dan harapan dikuatkan agar dunia dimana manusia hidup ini menjadi lebih baik. Sebagai anak-anak Tuhan yang mengerti kebenaran yang murni kita harus tahu sebab Tuhan sudah menyampaikan pesan-Nya: Bahwa dunia dimana manusia hidup ini tidak bertambah menjadi baik tetapi bertambah jahat (Dan. 12:10; Mat. 24:12: 2Tim. 3:1-5). Apa yang telah disampaikan Tuhan dalam Firman-Nya ini tidak mungkin bisa dibatalkan. Jadi, kalau ajaran yang mengesankan bahwa dunia bisa bertambah baik, pasti itu ajaran yang salah. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai ancaman agar jemaat jadi ketakutan, tetapi hal ini dimaksudkan agar kita berpikir realistis. Kemudian kita bersikap antisipatif atau berjaga-jaga, yaitu bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi keadaan dunia yang pengaruhnya semakin jahat ini.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.