16. Prestasi Pelayanan Bukanlah Ukuran

TIDAK ADA YANG lebih penting dalam hidup ini selain “melakukan kehendak Bapa”. Hal inilah yang akan menjadi ukuran Tuhan Yesus untuk mengaku mengenal kita atau tidak. Dalam Matius 7:21-23 Tuhan Yesus mengatakan bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang diperkenan masuk ke dalam kemuliaan Bapa. Kata “berterus terang” dalam Matius 7:23 berasal dari kata Yunani homologeo yang dalam Alkitab King James diterjemahkan confess. Kata homologeo berarti mengakui di depan umum. Hari ini Tuhan belum mengakui kita di depan umum atau belum berterus terang. Tetapi nanti setiap kita akan diperhadapkan kepada kenyataan, diakui Tuhan di depan umum atau tidak. Tidak diakui oleh Allah sebagai anak-Nya adalah bencana di atas segala bencana. Kita harus serius memperkarakannya dalam hidup kita sekarang ini.

Dengan pernyataan Tuhan Yesus tersebut kita memperoleh pelajaran rohani bahwa keselamatan tidak berhenti sampai kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saja, tetapi harus terus bertumbuh sampai dapat berstatus sebagai telah melakukan kehendak Bapa. Setelah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita harus dimuridkan, didewasakan dan bertumbuh agar menjadi seorang yang “melakukan kehendak Bapa”. Tentu orang-orang yang ditolak Tuhan dalam Matius 7:21-23 bukan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan, mereka mengenal Tuhan Yesus tetapi mereka tidak melakukan kehendak Bapa. Bahkan mereka adalah orang-orang yang “berprestasi” dalam pelayanan, seperti mengadakan banyak mukjizat, mengusir setan dan lain sebagainya.

Menjadi pertanyaan yang sangat penting adalah apakah kita sudah melakukan kehendak Bapa? Tetapi sebelumnya kita harus mengerti apa yang sebenarnya dimaksud dengan melakukan kehendak Bapa. Bila kita melihat konteks, bilamana Tuhan Yesus mengemukakan pernyataan tersebut, ternyata berangkat dari pengajaran sesat. Pengaja­ran sesat yang dibawa oleh nabi-nabi palsu. Nabi adalah seorang yang berdiri di depan umat untuk menyampaikan Firman Tuhan. Kalau dilihat dengan konteks zaman kita, nabi di sini adalah orang-orang yang berdiri di mimbar menyampaikan Firman Tuhan. Tatkala Iblis gagal mencegah orang bertobat menerima Tuhan Yesus, ternyata ia masih memiliki kesempatan untuk menyesatkan orang percaya dengan tujuan agar mereka gagal melakukan kehendak Bapa, yaitu melalui nabi palsu.

Mengantisipasi penyesatan ini, anak Tuhan harus sungguh-sungguh belajar kebenaran yang murni. Kebenaran inilah yang harus diperjuangkan dan dipergumulkan setiap hari. Kebenaran itu hanya ada di dalam Alkitab yang dipahami secara lengkap dan benar. Setelah memahami Alkitab secara lengkap dan benar, barulah mereka mengerti kehendak Bapa. Setelah mengerti kehendak Bapa, maka barulah mereka dapat melakukannya. Buah yang dimaksud adalah kebenaran Tuhan yang dilakukan secara konkrit dalam kehidupan. Tuhan menghendaki “buah’ seperti yang Dia mau. Tuhan tidak menghendaki buah yang berasal dari sumber lain, buah yang cita rasanya bukan dari diri-Nya sendiri. Yang jelas buah yang menyenangkan Tuhan adalah pribadi Kristus yang nampak dalam hidup kita. Pribadi seperti inilah yang Bapa kehendaki. Bukan hanya tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri dan dosa-dosa moral umum lainnya.

Perhatikan Matius 7:22, dimana terdapat orang-orang yang sudah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mukjizat tetapi tidak dikenal oleh Allah. Bagaimanapun Iblis tidak akan dapat menyembunyikan diri. Oleh hikmat Tuhan kita dapat menangkap pemalsuannya. Dan seorang hamba Tuhan yang tidak memiliki api yang benar dari Tuhan akan dikenali dengan jelas. Pernyataan-pernyataan yang tidak Alkitabiah akan membuka kedok pemalsuan seorang nabi palsu. Oleh sebab itu jemaat harus belajar Firman Tuhan yang murni supaya dapat membedakan roh.Roh Allah dan roh nabi palsu.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.