16 Oktober 2014: Proses Natural

Melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan maka terbentuklah manusia baru dalam kehidupan seseorang, maka berlakulah Firman “ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Kor 5:17). Kata berlalu dalam teks ini adalah parerkhomai (παρρχομαι) yang berarti berlalu secara bertahap bukan lenyap sekejap. Sedangkan kata datang dalam teks aslinya adalah ginomai (γνομαι) yang selain berarti “menjadi” juga berarti bangkit (arise). Dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan lama diterjemahkan terbit. Hal ini menunjuk bahwa hidup baru seperti proses terbitnya matahari yang bertahap, semakin siang maka semakin terang. Kalau dikaitkan dengan Amsal 4:18, maka dinamika hidup orang percaya ini sinkron sekali: Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Dengan hal ini nyata apakah seseorang adalah orang percaya yang benar atau palsu. Orang percaya yang benar akan memiliki perubahan kehidupan yang nyata sampai pada kehidupan seperti rancangan Allah semula. Jika tidak, maka berarti ia tidak mengalami keselamatan. Banyak  orang Kristen yang tidak mengerti kebenaran ini, maka mereka sudah merasa hidup baru hanya karena ke gereja dan berubah menjadi baik secara moral umum. Tentu saja setelah bergereja, maka lingkungan akan mengubah dirinya menjadi manusia yang santun. Tetapi mereka ternyata belum mengalami hidup baru standar Allah. Hidup baru standar Allah adalah kehidupan seperti yang dikenakan oleh Tuhan Yesus. Inilah yang dimaksud dengan dikembalikan ke rancangan semula. Untuk bisa meraih hal ini harus ada usaha yang serius dengan segala pengorbanan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk diselamatkan harus berjuang seperti masuk jalan sempit. Kalau sudah merasa hidup baru maka tidak ada perjuangan yang memadai untuk mencapai kehidupan anak Allah standar Bapa (Ibr. 12:10). Untuk perubahan ini betapa dibutuhkannya Firman Tuhan (yang benar), sebab Firman Tuhan lah yang melahirkan atau memberi hidup baru (1Ptr. 1:23). Tanpa Firman kebenaran yang murni, maka seseorang tidak akan pernah mengalami hidup baru. Proses pembaharuan yang benar akan membawa seseorang sampai pada pengalaman kelahiran baru. Dalam hal ini kelahiran baru adalah proses natural, bukan sesuatu yang bersifat mistik.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.