16 November 2014: Suasana Jiwa Yang Benar

Pada dasarnya manusia hidup ingin memiliki suatu keadaan yang baik, menyenangkan hati, membahagiakan dan membuat jiwa merasa nyaman dan aman. Kalau sudah merasa memiliki keadaan tersebut maka biasanya keadaan tersebut mau terus dipertahankan, tetapi juga ada yang menginginkan keadaan tersebut ditingkatkan. Hampir semua manusia terus bergerak dan berusaha untuk dapat meraih lebih dari yang sudah ada dan yang orang lain miliki. Tidak mengherankan kalau manusia terus bergerak berusaha mengubah keadaan semakin baik menurut versinya. Kalau standar keadaan hidup yang diharapkan adalah apa yang dilihat dari orang lain, harus disadari bahwa orang yang memiliki keadaan tersebut belum tentu berbahagia. Kita tidak berada di tempat orang tersebut. Jadi belum bisa dipastikan apakah orang itu bahagia. Lagi pula bisa dipastikan bahwa ketika seseorang mencapai keadaan hidup yang diharapkan, maka ia ingin mengubah keadaan tersebut untuk bertambah menjadi baik menurut pandangannya. Akhirnya manusia menjadi budak keinginan yang tidak pernah dipuaskan dengan keadaan bagaimana pun.

Perlu dimengerti bahwa dunia dimana kita hidup ini tidak bertambah baik (Mat. 24:12-13; 2Tim. 3:1-5). Keadaan tidak semakin menjadi positif tetapi semakin negatif. Ketegangan dunia tidak pernah surut bahkan cenderung semakin meningkat, kejahatan terorisme semakin gila, ekonomi dunia semakin sulit, muncul berbagai penyakit yang belum ditemukan obatnya, keadaan alam semakin tidak ramah terhadap manusia. Untuk ini kita tidak boleh berharap dunia dapat menjadi tempat yang nyaman. Hal lain yang harus diperhatikan bahwa bagaimana pun indah dan nyamannya hidup ini, suatu saat pasti akan berakhir. Harus selalu diingat bahwa manusia hidup dalam lintasan perjalanan waktu. Untuk segala sesuatu pasti ada akhirnya. Untuk itu harus selalu ingat bahwa suasana kegembiraan di bumi ini pasti berakhir. Kita harus bersiap menghadapi akhir sebuah perjalanan kehidupan ini. Untuk itu yang harus diubah adalah suasana jiwa atau hati kita. Bukan keadaan di luar tetapi keadaan di dalam. Kita harus memiliki suasana jiwa yang tidak ditentukan oleh keadaan sekitar. Inilah satu-satunya jalan jikalau mau menjadi pemenang yang tidak ditaklukkan oleh dunia ini. Suasana jiwa yang diubahkan sesuai dengan kehendak Tuhan dapat membuat seseorang memiliki hubungan dengan Tuhan secara benar.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.