16. KEPRIBADIAN

Banyak orang dengan segala teorinya berbicara mengenai apa yang dimaksud dengan kepribadian. Dalam tulisan ini kita tidak mengacu pada pandangan siapa pun. Kita memahami kepribadian dari perspektif yang memiliki keterkaitan dengan pemulihan gambar Allah dan nurani. Pada dasarnya, kepribadian adalah keadaan unik atau khas neshamah masing-masing individu. Hal ini menunjukkan kehebatan Allah, Sang Arsitek jiwa yang agung, yang memiliki nilai estetika yang tiada tara. Hebatnya pula, tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian yang sama. Setiap orang memiliki kepribadian yang khas atau unik. Dalam psikologi, terdapat teori yang membagi manusia dalam bebeberapa tipe kepribadian, yaitu antara lain sanguin, koleris, melankolis dan plegmatis. Kepribadian seseorang bisa juga merupakan gabungan dari empat kategori tersebut.

Dalam konteks pemulihan gambar Allah yang bertalian dengan hati nurani perlu dijelaskan sebagai berikut: Kepribadian dalam hidup seseorang sebenarnya menunjuk kepada keadaan khas atau unik yang dimiliki seorang anak Allah yang tidak sama persis dengan siapa pun. Kepribadian merupakan keadaan khusus yang dimiliki setiap individu. Hal ini merupakan kekayaan atau harta setiap individu yang semuanya juga adalah milik Tuhan, yang suatu hari menghiasi rumah Bapa. Bapa memiliki berbagai keadaan unik anak-anak-Nya di kekekalan. Tetapi semuanya memiliki sifat dasar sama, yaitu serupa dengan Yesus, yaitu keserupaan dalam cinta kasih, hormat dan taat kepada Bapa.

Pada dasarnya kepribadian adalah sifat atau keadaan khas neshamah seseorang yang dirancang Allah atas setiap individu. Dalam hal ini neshamah seperti sebuah institusi dalam diri manusia. Kepribadian ini bernilai abadi. Misalnya, seorang yang berkepribadian keras mestinya bagaimanapun tetap keras, tetapi jika menerima asupan kebenaran maka kerasnya diarahkan kepada hal yang positif. Hal ini akan dibawa sampai pada kekekalan. Suatu saat ketika seseorang meninggal dunia, tubuh dan jiwanya dikubur dan lenyap, maka hati nurani yang memberi kualitas atas kepribadiannya merupakan hasil akhir yang menentukan keadaan kekalnya. Diharapkan melalui proses pendewasaan, kepribadian orang percaya menjadi mulia. Selama tujuh puluh tahun setiap individu diberi tanggung jawab untuk mendandani manusia batiniahnya, yang sama dengan mendandani kepribadiannya (2Kor. 4:16).

Setiap individu harus menemukan dan mengembangkan kepribadian sesuai dengan rancangan Allah dalam hidup masing-masing individu. Seharusnya setiap individu tidak mencoba untuk mengubah kepribadiannya yang khas dan meniru kepribadian orang lain. Setiap individu harus menemukan bagaimana kekhasan yang dimilikinya sesuai dengan rancangan Allah atas dirinya. Dalam hal ini setiap orang harus hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus menuntun hidup seseorang bukan saja agar dapat hidup dalam penurutan terhadap kehendak Allah dan memiliki Roh Kristus (spirit atau gairah yang juga ada pada Yesus), tetapi juga memiliki kekhasan atau keunikkan kepribadian yang sesuai dengan maksud Allah menaruh kepribadian tersebut dalam diri seseorang.

Titik inti persoalan keselamatan adalah perubahan hati nurani, sehingga seseorang memiliki hati nurani Ilahi, yaitu kemampuan untuk mengerti kehendak Allah dan berselera jiwa seperti Tuhan atau memiliki spirit atau gairah Tuhan, sehingga segala sesuatu yang dilakukan selalu sesuai dengan keingingan Allah. Hal ini menghiasi kepribadiannya. Bagaimanapun, keunikan kepribadian seseorang diwarnai dan dimotori oleh nurani Ilahinya. Dalam hal ini nurani seseorang yang memberi nilai atas kepribadiannya.

Oleh sebab itu pelayanan harus difokuskan kepada roh yang diperbaharui seperti yang dikatakan oleh Paulus: … yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef. 4:22-24). Roh yang diperbaharui pada dasarnya sama dengan nurani yang diubahkan terus menerus oleh pimpinan Roh Kudus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.