16 Januari 2015: Pengertian Perlindungan

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidup dalam perlindungan Tuhan itu? Untuk membahas ini ada beberapa aspek yang harus terlebih dahulu dikupas. Pertama apa sebenarnya yang dimaksud dengan perlindungan itu. Menurut pengertian umum perlindungan artinya naungan, tempat atau kuasa untuk memperoleh perasaan aman, nyaman dan dijauhkan dari ancaman serta malapetaka. Menjadi persoalan yang tidak sederhana ketika dipersoalkan mengenai apa dan bagaimana perasaan aman atau nyaman itu dan apa yang dianggap sebagai ancaman atau malapetaka. Jika dipandang dari sudut manusia pada umumnya perasaan aman atau nyaman adalah suasana sukacita atau kegembiraan atau kebahagiaan yang disebabkan atau ditopang oleh terpenuhinya kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan) dan sekunder (TV, radio, kendaraan dan lain-lain) selanjutnya juga kebutuhan tersier (barang-barang lux) serta kesehatan tubuh dan akhirnya jauh dari ancaman perang, epidemipenyakit, kejahatan manusia lain, bahaya bencana alam dan lain sebagainya. Pada umumnya manusia menjadikan semua tersebut sebagai tujuan hidup, sehingga jika manusia memiliki semua itu, barulah ia merasa hidupnya terlindungi. Untuk meraih semua hal itu tidak mudah, apalagi kondisi dunia hari ini yang semakin berat. Itulah sebabnya orang berusaha meminta perlindungan dari Tuhan. Jika seseorang yang beragama memiliki keadaan yang baik yaitu terpenuhi kebutuhan primer, sekunder apalagi tersier, maka mereka merasa hidup di dalam perlindungan Tuhan. Benarkah ini?

Tuhan Yesus berkata: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”1 Pernyataan ini berartiapa gunanya seseorang memiliki seluruh pemenuhan kebutuhan jasmaninya jika jiwanya binasa. Binasaartinya terpisah dari hadirat Tuhan. Hal ini menunjukkan sebenarnya yang terpenting dalam hidup ini adalah jiwanya tidak binasa atau memiliki keselamatan jiwa yang permanen. Seseorang harus merasa aman dan nyaman jika keselamatan jiwanya tidak terancam. Kenyataan yang kita dapati hari ini, banyak orang merasa lebih takut ketika pemenuhan kebutuhan jasmaninya terancam dari pada keselamatan jiwanya terancam. Berkenaan dengan hal ini Tuhan Yesus berkata: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”2 Pernyataan Tuhan Yesus ini mengisyaratkan agar kita lebih memerdulikan perlindungan atas keselamatan jiwa kita dari pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Sekaligus dibalik pernyataan ini Tuhan Yesus menjamin bahwa Tuhan akan melindungi kita. Kalau Tuhan berkata: jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, berarti ada jaminan untuk mengantisipasi segala ancaman.

Sebagai Bapa, Allah akan memelihara anak-anak-Nya dengan sempurna. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa orang percaya lebih dari bunga di padang. Salomo pun tidak dihiasi seindah bungadi padang, tetapi orang percaya diperhatikan Tuhan lebih dari bunga dipadang. Seekor burung pipit yang murah diperhatikan Tuhan, orang percaya lebih berharga dari banyak burung. Dalam hal ini orang percaya tidak boleh meragukan kasih dan pemeliharaan Tuhan yang sempurna berkenaan dengan kelangsungan hidup jasmaninya di bumi ini. Mereka yang khawatir mengenai hal ini dipandang sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan.3 Orang yang tidak mengenal Tuhan adalah orang yang tidak mengerti pemeliharaan Allah semesta alam sebagai Bapa yang melindungi dengan sempurna terutama keselamatan jiwa. Tuhan pasti memenuhi bagian-Nya selama kita juga memenuhi bagian kita. Dengan demikian kekhawatiran kita harus diantisipasi dengan kerja keras sebagai sikap bertanggung jawab tanpa rasa takut menghadapi apa pun yang bisa terjadi di depan, sebab di luar kemampuan kita, Tuhan akan menopang.
1) Lukas 9:25 2) Matius 10:28 3) Matius 6:32

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.