15. Mandat

SELANJUTNYA, DENGAN KENAIKAN-NYA ke surga, Tuhan Yesus memberikan mandat kepada orang percaya untuk menjadi utusan-Nya. Hal ini pula menjadi sarana orang percaya untuk memperoleh mahkota kehidupan. Dalam Yohanes 20:21 Tuhan Yesus berkata: “ Seperti Bapa mengutus Aku demikian pula Aku mengutus kamu….” Ia naik ke surga, tetapi perkerjaan-Nya tidak berhenti sampai di situ. Roh Kudus datang meneruskan perkerjan-Nya di dalam dan melalui kehidupan orang percaya, yaitu saudara dan saya. Ini adalah suatu kehormatan besar. Ia melayakkan kita dan memberikan kesempatan untuk menjadi kawan sekerja Allah. Dalam Matius 28:18-20 -yang kita kenal dengan sebutan Amanat Agung- Tuhan Yesus memberikan mandat kepada kesebelas murid-Nya. Mandat ini juga berlaku bagi semua orang percaya yang hidup pada zaman ini. Di balik Amanat Agung tersebut, terdapat rahasia kehidupan pelayanan gereja Tuhan di dunia, yaitu panggilan anak-anak Allah bagi generasinya. Esensi Amanat Agung pada dasarnya adalah panggilan untuk menjadi murid Tuhan bagi orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Jiwa dan isi Amanat Agung ini harus dimengerti dengan benar dan diterima dengan lapang. Yesus memanggil kita bukan sekadar untuk menjadi orang yang beragama Kristen, atau menjadi anggota gereja dan melakukan segala liturgi.

Kekristenan yang tidak mengenal pemuridan adalah kekristenan yang tidak akan bertumbuh. Panggilan untuk bertumbuh ini haruslah disambut dengan positif, bukan sebagai tekanan atau tuntutan yang membebani. Panggilan ini merupakan kesempatan yang sangat mahal, walau berat. Ironisnya, dewasa ini terdapat gereja-gereja yang tidak mengerti panggilan-Nya, yaitu memuridkan segala bangsa. Gereja sibuk dengan segala kegiatan gerejani yang kelihatan aktif dan rohani, bertendensi kepada pekerjaan Tuhan, tetapi sebenarnya telah luncas. Mereka hanya menjalankan visi gerejani yang tidak membawa umat kepada proyek pemuridan. Dengan kegiatan tersebut, gereja semakin berwarna duniawi dan agamawi. Padahal yang membedakan gereja yang benar dengan agama di luar gereja adalah pemuridan. Bukan pada kegiatan-kegiatan keberagamaannya, bukan pada syariat lahiriahnya. Sebab semua hal yang bernilai agamani dimiliki oleh semua agama pada umumnya. Tetapi proses pemuridan dengan pola yang diajarkan oleh Tuhan Yesus hanya ada pada kekristenan yang sejati. Proses inilah yang akan menjadikan gereja semakin cemerlang dan semakin berbeda dengan dunia ini. Semua orang dapat menjadi murid Tuhan. Bukan hanya mereka yang sempat mengenyam bangku sekolah teologia saja, atau yang berpredikat pendeta atau hamba Tuhan. Pola berpikir yang salah tersebut adalah akibat pola pelayanan gereja yang salah. Seharusnya semua umat Tuhan dimuridkan, dididik, diajar dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan rohani yang baik, sehingga kemudian hari umat dapat melayani pekerjaan Tuhan.

Gereja yang benar adalah gereja yang mengakui dan menerima bahwa Yesus adalah Mesias, Dia adalah Kristus, Yang Diurapi. Pengakuan inilah yang akan memberikan kuasa kepada gereja Tuhan. Hal ini dapat kita mengerti sebab Amanat Agung Tuhan Yesus beralaskan pada pengakuan bahwa Dia adalah Yang Diurapi, Ia sebagai penguasa di surga dan di bumi.1 Pemberian kuasa bagi Yesus adalah landasan bagi orang percaya untuk menerima mandat-Nya, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya. Maka gereja Tuhan di akhir zaman harus bangkit untuk memuridkan anggotanya. Gereja Tuhan harus membenahi diri guna melengkapi kegiatannya yang bertendensi kepada pemuridan. Gereja harus merealisir Amanat Agung ini kepada semua anggotanya, tanpa terkecuali. Gereja harus menjadi sekolah Alkitab bagi jemaat. Dalam Amanat Agung ini juga tersurat jaminan bahwa Yesus –sebagai pemberi mandat- akan menyertai gereja-Nya dan memperlengkapi orang percaya dengan kuasa untuk melaksanakan amanat-Nya tersebut. Oleh sebab itu mari kita sambut kenaikan-Nya ke surga dengan ucapan syukur sebab dengan naik-Nya Tuhan Yesus ke surga tersedia panggilan agung dan berkat Allah yang limpah.

1) Matius 28:18

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.