15. Bertindak Sesuai Keinginan Tuhan

MEMILIKI POLA BERPIKIR anak-anak Allah adalah hal yang sangat sulit bahkan nyaris mustahil. Alkitab mengisahkan mengenai seorang pemuda yang sangat bermoral dengan ketaatannya melakukan hukum dan seorang yang kaya ingin memiliki kualitas hidup seperti ini1, tetapi ia gagal memiliki hidup yang kekal; yang sama dengan gagal menjadi anak Allah. Mengapa orang ini gagal memiliki hidup kekal? Sebab tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”2 Orang bermoral dan kaya ini tidak bersedia melakukannya, sehingga ia gagal memiliki hidup yang kekal. Ini namanya tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Percaya berarti bertindak sesuai dengan keinginan Tuhan, bukan hanya setuju dalam pikiran saja atau sekadar percaya kepada sejarah mengenai kehidupan Tuhan Yesus yang tertulis dalam Injil. Orang yang percaya adalah orang yang mengenal dengan benar pribadi yang dipercayainya, memiliki hubungan interaksi yang baik dan nyata dengan Tuhan, bisa mendengar suara Tuhan untuk mengerti kehendak-Nya serta melakukannya dengan baik. Untuk mencapai percaya yang benar ini perlu pembelajaran yang panjang. Inilah proses pemuridan atau pendewasaan. Gereja harus menyediakan fasilitas ini dengan cukup memadai sehingga proses ini dapat terselenggara. Gereja tidak boleh hanya menyediakan liturgi, misa atau yang disebut kebaktian. Hal yang paling mutlak yang gereja harus berikan adalah kebenaran Firman Tuhan yang murni dan teladan hidup para pengerjanya. Fiman Tuhan mengatakan: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.3 Percaya kepada Tuhan Yesus artinya menuruti perintah Tuhan Yesus. Menuruti perintah Tuhan Yesus bukan hanya menuruti hukum seperti orang bermoral yang kaya tersebut, tetapi menuruti perintah-Nya. Perintah Tuhan untuk orang muda tersebut adalah agar dirinya tidak terikat dengan dunia ini dan mengikuti jejak Tuhan Yesus. Tidak terikat digambarkan dengan menjual segala miliknya dan membagikannya kepada orang miskin. Ini berarti ia menjadi orang yang tidak bermilik. Orang yang masih berpikir bahwa dunia ini bisa memberikan kesenangan hidup danmerasa lengkap jika memiliki fasilitasnya adalah orang yang masih terikat dengan dunia. Suatu hari orang seperti ini akan menerima bukti bahwa dunia tidak dapat membahagiakan secara ideal. Dunia ini adalah mammon yang tidak jujur, artinya tidak dapat dipercayai. Mengikut Tuhan Yesus berarti memiliki cara berpikir seperti Tuhan sehingga bisa berjalan seiring dengan pikiran dan perasaan Tuhan.

Kalau sekiranya orang muda ini menuruti petintah Tuhan Yesus, ia menemukan hidup kekal. Tetapi ia memilih pergi mengabaikan apa yang Tuhan kehendaki. Ini berarti ia tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Orang yang tidak percaya ini akan binasa. Binasa dalam teks aslinya adalah apollumi (ἀπόλλυμι ; Ingg. to destroy or to kill). Tuhan Yesus berkata: “Apa gunanya seseroang memperoleh segenap dunia kalau ia membinasakan dirinya?”4 Orang yang memilih dunia ini hari ini, nampaknya tidak berbeda dengan mereka yang memilih Tuhan dan Kerajaan-Nya. Tetapi suatu hari nanti akan nyata perbedaannya. Mereka yang tidak memilih Tuhan dan Kerajaan-Nya terbuang ke dalam api kekal untuk dimusnahkan. Oleh sebab itu kita harus sejak dini berusaha untuk membenahi diri memiliki cara berpikir Tuhan atau yang sama dengan memilih Tuhan dan kerajaan-Nya. Jika orang seperti ini tidak sejak dini mengikut Tuhan Yesus dengan berusaha mengubah cara berpikirnya, maka ia tidak dapat diselamatkan lagi. Akhir perjalanan hidupnya adalah kebinasaan, artinya terpisah dari hadirat Tuhan selamanya.

1) Matius 19:16:26 ; 2) Matius 19:21; 3) Yohanes 3:16 ; 4) Matius 16:26

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.