14. PERUBAHAN PERMANEN

Sesungguhnya, pembaharuan roh (roh manusia, yaitu neshamah-nya), berarti hati nuraninya didewasakan dapat hidup menurut roh. Roh yang dimaksud di sini bukanlah Roh Kudus, tetapi karakter atau sifat Roh Kudus yang diajarkan kepada orang percaya. Dalam hal ini kita harus dapat membedakan antara dipimpin Roh Kudus dan hidup menurut roh. Dipimpin Roh Kudus adalah tindakan Allah mengajarkan kebenaran-kebenaran kepada orang percaya, baik di dalam batinnya melalui pengajaran Firman (Logos), maupun melalui pengalaman hidup (Rhema). Usaha Tuhan ini dimaksudkan untuk mengubah orang percaya dari kodrat dosa kepada kodrat Ilahi. Dari mengenakan cara hidup yang diwarisi dari nenek moyang kepada mengenakan cara hidup anak Allah. Dalam proses ini, Roh Kudus menunjukkan karakter atau sifat dan gairah yang sama dengan spirit Ilahi dalam kehidupan orang percaya. Hal ini dilakukan untuk menggantikan keinginan daging yang sudah lama berkuasa atas kehidupan seorang Kristen.

Itulah sebabnya setiap orang Kristen harus belajar untuk hidup dalam pimpinan Roh. Adapun hasil dari dipimpin oleh Roh Kudus adalah seseorang mengalami perubahan, yaitu mengenakan kodrat Ilahi; sebuah cara hidup yang baru sama sekali. Perubahan ini merupakan perubahan permanen, bukan perubahan sementara atau perubahan semu. Melalui dipimpin oleh Roh ini, Allah menghendaki orang percaya memiliki karakter Yesus yang sama dengan serupa dengan Yesus atau sempurna seperti Bapa di surga. Hal ini sama dengan hidup menurut roh. Kata roh di sini bukan menunjuk kepada Pribadi, tetapi spirit atau gairah Ilahi. Gairah atau spirit yang menguasai diri Yesus ketika Ia ada di bumi dengan tubuh daging yang sama dengan kita.

Hidup menurut roh artinya selalu berpikir dan berperasaan seirama dengan Bapa dan Tuhan Yesus. Hal ini merupakan langkah untuk menuju kepada keadaan hidup di mana seseorang bebas dari penghukuman Allah. Kalau ditinjau dari teks aslinya kalimat “dipimpin Roh Kudus”, maka kata “dipimpin atau memimpin” menggunakan kata ago (ἄγω). Kata ago memiliki pengertian to lead, take with one, to guide (memimpin, membawa seseorang, menuntun). Sedangkan dalam kalimat “menurut roh”, kata menurut adalah kata (κατὰ). Kata ini sebenarnya sebuah preposisi, tetapi memiliki pengertian “mengikuti, menuruti, sesuai dengan atau melalui”. Memimpin artinya mengarahkan, dalam hal ini Roh Kudus mengarahkan orang percaya, sedangkan menuruti artinya mengikuti dan menyesuaikan. Dalam hal ini orang percaya mengikuti, menuruti dan menyesuaikan diri dengan kehendak roh. Roh di sini bukan Roh Kudus, tetapi spirit atau gairah yang dihasilkan setelah memasuki proses dipimpin Roh Kudus. Gairah atau spirit itu terbangun, semakin hari semakin kuat dan kualitasnya semakin tinggi, artinya semakin mendekati level kesucian Allah.

Jadi kalau dikatakan hidup menurut roh, maksudnya bukan hidup menurut Roh Kudus, tetapi hidup menurut spirit atau gairah yang telah terbangun dari hasil perjuangan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Spirit atau gairah tersebut menjadi milik atau bagian yang tidak pernah lepas dalam kehidupan seseorang. Dalam hal ini jelas sekali bahwa Allah hendak mengubah kita secara permanen melalui pimpinan Roh-Nya, sehingga kita memiliki Roh Kristus, artinya kualitas karakter seperti Yesus. Suatu hari baik di bumi maupun di Kerajaan Surga, kita sudah dapat bertindak selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Seandainya Roh Kudus tidak memimpin kita, kita sudah mampu sepikiran dan perasaan dengan Roh Kudus. Dalam hal ini pikiran dan perasaan Roh Kudus, yang adalah pikiran dan perasaan Kristus atau kesempurnaan Bapa, ada dalam kehidupan orang percaya secara permanen. Inilah yang dimaksud not just to do, but to be. Orang percaya bukan hanya bisa berbuat kebaikan sesaat (to do), tetapi nuraninya diubah (to be) menjadi dewasa atau sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Tuhan Yesus sehingga memiliki keberadaan tersebut secara permanen. Sesungguhnya inilah proses mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Hanya orang percaya yang memiliki posibilitas memiliki nurani seperti nurani Tuhan sendiri. Agama tidak mampu menyediakan fasilitas ini. Dalam hal ini keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.