14. PERJUANGAN HIDUP MENURUT ROH

Inti baptisan Roh Kudus adalah kehidupan orang percaya yang diubahkan terus menerus oleh pekerjaan Roh Kudus guna memenuhi rencana Allah Bapa. Rencana Allah Bapa adalah membinasakan pekerjaan Iblis dengan mengubah manusia menjadi sempurna seperti diri Allah Bapa, yang mana telah diperagakan oleh Tuhan Yesus. Ini visi utama Roh Kudus yang diutus oleh Bapa dan Anak, yaitu agar membawa orang percaya kepada segala kebenaran (Yoh. 16:13). Roh Kudus akan membuka pikiran orang percaya untuk mengenal kebenaran. Kebenaran inilah yang memperbaharui seseorang sehingga tidak serupa dengan dunia (Rm. 12:2). Kebenaran itu juga yang memerdekakan. Roh Kudus menolong orang percaya untuk memiliki kehidupan yang sempurna, seperti tuntutan bagi anak-anak Allah yang harus seperti Bapa (Mat. 5:48).

Dipimpin Roh Kudus adalah tindakan Allah mengajarkan kebenaran-kebenaran kepada orang percaya, baik di dalam batinnya melalui pengajaran Firman (Logos), maupun rhema melalui pengalaman hidup. Dari hal ini nyata fungsi Roh Kudus, yaitu menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran. Kebenaran itu yang memperbaharui pikiran. Pikiran yang dibaharui membangun mindset atau cara berpikir yang baru pula. Kalau cara berpikir diubah, maka seseorang akan dapat menangkap roh yang baru, yang sesuai pikiran dan perasaan Allah. Dengan penjelasan lain: Hasil dari dipimpin oleh Roh Kudus membuat seseorang dapat menemukan roh (hasrat atau gairah), yang jika hidup menurut roh itu seseorang mengalami perubahan yang sangat radikal, yaitu mengenakan kodrat Ilahi; sebuah cara hidup yang baru sama sekali. Perubahan ini merupakan perubahan permanen, bukan perubahan sementara atau perubahan semu.

Kalau ditinjau dari teks aslinya “dipimpin,” menggunakan kata ago (ἄγω). Kata ago memiliki pengertian to lead, take with one, to guide (memimpin, membawa seseorang, menuntun). Sedangkan “menurut roh,” kata menurut adalah kata (κατὰ). Kata kata (κατὰ) sebenarnya adalah sebuah preposisi, tetapi memiliki pengertian “mengikuti, menuruti, sesuai dengan atau melalui.” Memimpin artinya mengarahkan, dalam hal ini Roh Kudus mengarahkan orang percaya. Sedangkan terkait dengan hidup menurut roh, kata “menurut” artinya menyesuaikan. Dalam hal ini orang percaya harus menyesuaikan diri dengan kehendak roh. Roh di sini bukan Roh Kudus, tetapi hasrat atau gairah yang dihasilkan setelah mengalami proses dipimpin Roh Kudus.

Jadi kalau dikatakan hidup menurut roh, maksudnya bukan hidup menurut Roh Kudus, tetapi hidup menurut hasrat atau gairah yang telah terbangun dari hasil perjuangan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Hasrat atau gairah tersebut menjadi milik atau bagian yang tidak pernah lepas dalam kehidupan seseorang. Dalam hal ini jelas sekali bahwa Allah hendak mengubah orang percaya secara permanen melalui pimpinan Roh-Nya, sehingga orang percaya memiliki roh Kristus, artinya kualitas karakter seperti Yesus. Sampai pada level ini seseorang secara otomatis selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Bapa dan Tuhan Yesus.

Orang percaya yang benar pasti mengalami proses ini. Bagi mereka yang menerima pimpinan Roh Kudus akan memperoleh roh yang seirama dengan roh itu, tetapi mereka yang tidak merespon penggarapan Tuhan melalui pimpinan Roh-Nya, tidak akan mengenal keselamatan yang membawa mereka kepada rancangan Allah semula. Mereka tidak akan pernah mengenal hidup menurut Roh. Tidak pernah mengenal mengenakan kodrat Ilahi. Dan tidak pernah mampu memenuhi apa yang menjadi prinsip hidup pengikut Tuhan Yesus: “Makananku melakukan kehendak Bapa dan menyeleseaikan pekerjaan-Nya.”

Allah yang berdaulat menghendaki agar orang percaya hidup menurut roh. Hal ini mutlak harus dipatuhi. Kemutlakan ini dapat dilihat dalam Roma 8:7-8, “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” Dari penjelasan ini nampak betapa beratnya menjadi pengikut Yesus atau menjadi orang percaya. Dengan demikian keselamatan sesungguhnya bukan sesuatu yang mudah, bukan murahan. Tetapi perjuangan yang menyita seluruh hidup, agar seseorang mengalami perubahan dari hidup menurut daging menjadi seseorang yang hidup menurut roh. Tentu saja, untuk mengalami perubahan ini respon seseorang sangat menentukan. Jadi, sangatlah keliru kalau kepastian keselamatan ditentukan secara sepihak oleh Allah berdasarkan pilihan-Nya. Sejatinya, Allah memilih dan manusia yang dipilih harus berjuang untuk menjadi orang yang benar-benar terpilih, artinya berjuang untuk mencapai maksud keselamatan diberikan; yaitu hidup menurut roh bukan menurut daging agar menjadi serupa dengan Yesus.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.