14 Oktober 2014: Tabur Tuai Yang Benar

Seharusnya kalau orang berbicara mengenai tabur tuai, bukan diaplikasikan dengan pemberian uang, yaitu usaha supaya mendapat lipat kali ganda dari apa yang diberikan kepada gereja, tetapi mestinya diaplikasikan dengan kehidupan yang sesuai dengan roh atau menabur dalam roh akan menuai kekekalan. Firman Tuhan mengatakan: “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu” (Gal. 6:8). Pengajaran tabur tuai juga harus diaplikasikan dengan kehidupan pelayanan yang dipersembahkan kepada Tuhan tanpa batas. Orang yang berlelah bagi Tuhan suatu kali akan menuai kelelahannya dengan menerima kemuliaan bersama dengan Tuhan Yesus (Rm.8:17). Hanya orang yang berlelah bagi Tuhan yang akan memperoleh tempat perhentian; suatu kelegaan yang tidak dapat dijelaskan. Memang bagi daging, tidak enak hidup dalam pengabdian kepada Tuhan yang memberikan segenap hidup tanpa batas bagi Tuhan bahkan kadang sampai pada taraf menyakitkan. Tetapi harus disadari bahwa kesempatan hidup ini hanya satu kali dan singkat. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai (Maz. 126:5). Senada dengan ini Paulus mengatakan: Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2Tim. 4:8). Tidak ada mahkota tanpa perjuangan. Dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Dan tidak ada pengorbanan tanpa rasa sakit. Akhirnya orang yang sungguh-sungguh rela berkorban tidak akan merasa sakit lagi tetapi sebagai kesukaan. Orang-orang yang berlelah bagi Tuhan, suatu hari akan mendapat perhentian dan istirahat pada waktunya. Semakin orang berkorban secara nyata bagi Tuhan tanpa batas, maka semakin besar kerinduannya bertemu dengan Tuhan dan menyambut akhir dunia ini. Segala kesenangan di dunia akan menjadi pudar dengan sendirinya. Pertaruhannya akan memperkuat keyakinannya bahwa apa yang akan diperolehnya nanti jauh lebih berharga, lebih indah dan membahagiakan. Dengan demikian tanpa ia sadari dapat memindahkan hati secara signifikan. Ia dapat memenuhi pernyataan Tuhan Yesus: Dimana ada hartamu di situ hatimu berada (Mat. 6:21).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.