14 November 2014: Meterai Yang Melekat

Kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan setiap individu dimaksudkan agar orang percaya dapat memperkarakan segala sesuatu dengan Tuhan. Roh Kudus menuntun orang percaya kepada segala kebenaran. Meterai Roh Kudus menempatkan orang percaya dalam ikatan dinas atau tugas sebagai murid yang harus belajar. Hal ini penting untuk dimengerti, sebab selama ini kalau berbicara mengenai Roh Kudus, banyak orang selalu menghubungkan dengan karunia Roh semata-mata. Sehingga tidak sedikit mereka yang hanyut menjadi ekstrem dalam masalah karunia Roh tetapi tidak memiliki buah roh yangbaik. Padahal Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Dia akan mengirim Roh Kudus yang menuntun orang percaya kepada kebenaran-Nya agar dapat dimerdekakan (Yoh. 8:31-32). Kesalahan memahami fungsi Roh Kudus membuat banyak orang Kristen meleset untuk menunjukkan diri-Nya pada rencana keselamatan Allah, yaitu mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula.

Melalui pergumulan memperkarakan segala sesuatu dengan Tuhan ini, Tuhan hendak mencelikkan pengertian kita terhadap berbagai kekurangan, cacat karakter dan watak kita. Pembenahan diri ini membutuhkan waktu yang panjang, sebab kelemahan, cacat karakter dan watak kita tidak bisa dibereskan secara ajaib dalam waktu singkat dan dengan cara yang mudah. Dengan pergumulan ini barulah kita mengenal dengan benar siapa diri kita ini sebenarnya, sampai pada hal-hal yang terkecil yang selama ini tidak terdeteksi oleh kita sendiri. Untuk membuka keberadaan kita yang sebenarnya untuk bisa disinkronkan dengan Pribadi-Nya, membutuhkan proses yang sangat teliti atau detail. Tidak bisa cara borongan dalam waktu singkat. Dalam hal ini kita bisa memahami mengapa Tuhan menghendaki agar kita sepenuh hati memberikan hidup untuk Tuhan (Mat. 6:24; Mat. 22:37-40). Proses menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Tuhan ini haruslah proses yang diselenggarakan dengan sangat serius. Setiap menit kita adalah perjalanan proses yang sangat penting. Setelah mengalami pertumbuhan rohani yang baik sehingga memiliki kepribadian yang agung seperti Tuhan, maka barulah seseorang bisa berjalan seiring dalam persekutuan dengan Tuhan. Kedewasaan rohani membuat seseorang dapat mengimbangi Tuhan. Hal inilah yang dimaksud dengan menemukan Tuhan. Seseorang tidak bisa dikatakan telah menemukan Tuhan tanpa berjalan seiring harmoni dengan Tuhan.

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.