14. Hidup Baru Yang Sesungguhnya

PADA DASARNYA PERCAYA kepada Tuhan Yesus adalah belajar hidup baru. Hidup baru di sini tidak cukup dengan memeluk agama Kristen dan pergi ke gereja. Hendaknya kita tidak merasa sudah hidup baru hanya karena berhenti melakukan perbuatan yang melanggar moral umum (tidak berjudi, tidak berzinah, tidak melakukan praktik korupsi dan lain-lain). Hidup baru tidak cukup pula ditandai dengan melakukan perubahan moral, dari hidup dalam perbuatan yang melanggar moral menjadi orang yang taat kepada hukum moral. Pertobatan dan perubahan seperti ini juga dikenal banyak agama dan kepercayaan. Lalu apakah bedanya kekristenan dengan ajaran mereka kalau cara berpikir orang Kristen demikian juga? Faktanya memang banyak orang Kristen masih memiliki cara berpikir yang demikian.

Karena kesalah pengertian tersebut, maka banyak orang Kristen yang pada dasarnya belum mengalami dan belum memiliki hidup baru di dalam Tuhan. Mereka belum diperkenan masuk ke dalam Kerajaan Surga sebagai anggota keluarga Kerajaan Allah, sebab hanya orang yang mengalami kelahiran baru atau hidup baru dalam Tuhan yang masuk ke dalamnya.1 Betapa salahnya kalau gereja melegalisir orang-orang baik yang berstandar moral umum sudah dinyatakan sebagai anak-anak Allah. Lebih rusak lagi, kalau gereja melegalisir mereka yang masih hidup dalam praktik melukai sesama disahkan sebagai anak-anak Allah dengan dalih bahwa keselamatan bukan karena perbuatan baik. Gereja harus membuat jemaat tersadarkan bahwa hidup baru tidak cukup dengan memiliki moral atau norma yang baik di mata manusia. Gereja harus tegas berkata bahwa sekali pun seorang Kristen mengaku percaya kalau kehidupannya setiap hari melukai sesama, maka ia tidak layak menjadi anak-anak Allah. Seperti yang Paulus kemukakan bahwa orang percaya harus mengerti bahwa mereka juga akan menghadap tahta pengadilan Allah untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama di bumi, baik atau jahat.2

Hidup baru bukanlah agama baru atau kebiasaan baru, tetapi cara berpikir baru yang benar-benar berbeda dengan cara berpikir manusia pada umumnya. Perubahan cara berpikir ini haruslah perubahan yang benar-benar total dan radikal. Perubahan ini melahirkan sebuah gaya hidup yang berbeda dengan manusia lain, sebab dengan cara berpikir yang baru ini seorang anak Tuhan dapat selalu bertindak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Orang-orang seperti inilah yang pantas disebut anak-anak Allah. Gaya hidup anak-anak Allah inilah yang disebut hidup kekal. Hidup kekal berarti hidup yang berkualitas. Hidup kekal berarti kehidupan yang tidak berakhir. Sedangkan mereka yang hidupnya akan diakhiri tidak bisa dikatakan sebagai hidup kekal. Orang-orang yang tidak memiliki kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan akan diakhiri di api kekal. Inilah yang Alkitab katakan sebagai kematian kedua, yaitu ketika mereka dibuang ke dalam api kekal.3 Hidup kekal tidak dimulai nanti setelah kubur tetapi sekarang, jauh-jauh hari sebelum seseorang menutup mata. Gaya hidup mereka pasti seperti gaya hidupnya Tuhan Yesus. Dengan demikian mereka barulah bisa menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi artinya membuktikan kebenaran Injil melalui perbuatan kita.

Inilah gaya hidup anak-anak Allah yang akan sangat sukar diterima dan dimengerti oleh mereka yang masih berpola pikir anak-anak dunia. Kita ini dahulu adalah anak-anak dunia yang oleh kedatangan-Nya diberi anugerah yaitu peluang untuk menjadi anak-anak Allah. Inilah sebenarnya keselamatan itu. Menjadi kehendak Tuhan agar kita dari anak-anak dunia yang bergaya hidup anak dunia menjadi anak-anak Allah yang bergaya hidup anak-anak Allah. Untuk perubahan ini, kita harus melakukan perjuangan berat sepanjang umur hidup kita. Hidup di dunia ini hanya untuk hidup baru; diubah agar berkeadaan sebagai anak-anak Allah.

1) Yohanes 3:7 ; 2) 2Korintus 5:9-10 ; 3) Wahyu 20:14-15

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.