14. DILAHIRKAN OLEH ALLAH

SSIAPAKAH SEBENARNYA yang benar-benar sah disebut sebagai anak Alah? Dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah mereka yang dilahirkan oleh Allah.1 Firman Tuhan mengatakan bahwa anak Allah adalah mereka yang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Umat pilihan Allah adalah orang-orang yang memperoleh kesempatan dilahirkan atau diperankkan oleh Roh Allah. Kata dilahirkan atau diperanakkan dalam teks aslinya adalah gennao (γεννάω). Kata ini biasa digunakan untuk menunjukkan kelahiran secara umum. Dilahirkan oleh Allah berarti keluar dari Allah melalui sebuah proses, seperti proses janin dalam kandungan dan bertumbuh menjadi bayi, kemudian dilahirkan keluar.

Dilahirkan oleh Allah pasti menunjuk sesuatu yang tidak sederhana, tetapi sebuah proses dari sebuah perjuangan sehingga membuahkan sebuah kelahiran. Sebagaimana seorang ibu yang bergumul hebat sebelum melahirkan seorang anak, demikian pula Roh Kudus sebelum melahirkan kita. Kelahiran ini bisa terjadi kalau orang percaya memiliki respon yang benar terhadap penggarapan Allah. Kesalahan banyak orang Kristen adalah merasa bahwa kelahiran itu berlangsung dengan sendirinya secara mudah, ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus secara akali atau dalam pikiran. Logikanya, Tuhan Yesus tidak membutuhkan kepercayaan semacam itu. Tetapi yang dibutuhkan adalah kesediaan seseorang mengakui dalam seluruh tindakan hidupnya bahwa Tuhan Yesus adalah pencipta semesta alam bersama dengan Bapa di surga.2

Injil Yohanes 1:1-13 menunjukkan siapa diri Tuhan Yesus, bahwa Dia adalah Firman yang menjadi manusia. Bahwa Dia adalah pemilik dan penguasa kehidupan ini. Maksud hal ini dinyatakan adalah agar manusia menerima Dia, sebagai pemilik kehidupan ini.3 Dengan menerima Dia sebagai pemilik kehidupan berarti memperlakukan Tuhan Yesus sebagai Tuhan atau Majikan, maka seseorang belajar menundukkan diri sebagai hamba bagi Dia. Proses penundukkan diri terhadap Tuhan Yesus adalah proses untuk dilahirkan oleh Roh Allah agar menjadi anak Allah. Penundukkan diri atau ketaatan kepada Tuhan Yesus sama dengan menyerah kepada segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Inilah sebenarnya percaya itu. Ini yang dikehendaki oleh Allah, bukan sekadar secara akal memercayai keberadaan-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kalau kita memercayai seseorang adalah seorang majikan, maka kita tidak perlu menjadi pelayannya, tetapi kalau kita memercayai bahwa Tuhan Yesus adalah Majikan, maka tidak bisa tidak kita harus menghamba kepada-Nya, sebab Dia adalah pencipta kita.

Bentuk konkrit dari menaati Tuhan Yesus atau menyerah kepada kehendak-Nya -sebagai bukti percayanya- adalah mengikut jejak-Nya. Mengikut jejak Tuhan Yesus sama dengan meneladani hidup-Nya. Jejak Tuhan Yesus adalah melakukan kehendak Bapa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa yang masuk ke dalam Kerajaan Surga.4 Dengan demikian perjuangan orang percaya adalah bagaimana mengenal Bapa dan mengerti kehendak-Nya untuk dilakukan, sama seperti gaya hidup yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Ini bukan proses sederhana dan mudah. Cara berpikir kita harus diubah total. Perubahan pola berpikir ini hanya bisa terjadi ketika seseorang mendengar Injil yang benar dalam pimpinan Roh Kudus. Pengetahuan Injil secara nalar atau logos yang diterjemahkan dalam situasi konkret menjadi rhema memberi makanan orang percaya untuk mengalami kelahiran baru.5 Situasi itulah yang mengubah logos menjadi rhema. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, Allah akan bekerja dalam segala sesuatu untuk mengubah kita menjadi anak-anak Allah.6

1) Yohanes 1:13 ; 2) Yohanes 1:1-12 ; 3) Yohanes 1:10-11 ; 4) Matius 7:21-23 ; 5) Matius 4:4 ; 6) Roma 8:28

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.