13. Sudah Menyelamatkan Dirinya

UNTUK MENJADI ORANG percaya yang benar, seseorang harus belajar kebenaran Firman yang murniyang diajarkan oleh Tuhan seperti teologia kemakmuran yang salah. Pemberitaan Firman yang salah justru membuat jemaat tidak mengenali panggilan-Nya untuk menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga yang layak. Ketika Paulus mengajarkan agar kita serupa dengan Tuhan dalam kematian-Nya, konteksnya adalah panggilan untuk memfokuskan diri pada perwujudan fisik kerajaan Allah. Dengan demikian kita mengerti mengapa Tuhan berkata: Dimana ada hartamu di situ hatimu berada.1 Oleh karena itu orang percaya harus mengumpulkan harta di surga. Mengumpulkan harta di surga berarti berusaha untuk hidup tidak bercacat dan tidak bercela. Di dalamnya termasuk membuang segala kesenangan pribadi dan hidup hanya untuk Kerajaan Surga. Kesediaan kita untuk tidak mengumpulkan harta di surga merupakan cara kita menghayati kehidupan kita sebagai warga kerajaan Allah. Sampai kita menyadari sedalam-dalamnya bahwa dunia ini bukan rumah kita. Bahwa kita bukan berasal dari dunia ini dan kita telah mati bagi kesenangan dunia. Sampai tingkat ini, Iblis tidak lagi bisa membujuk kita untuk menyembahnya.2 Inilah orang-orang yang hidup untuk kepentingan Kristus.

Tidak sedikit orang Kristen yang matahatinya tertutup terhadap kepentingan Kristus. Selama ini hidup dalam egoisme yang sangat menyedihkan hati Tuhan. Ironisnya, banyak orang tidak menyadari keegoisannya tersebut.Kita tidak mau mengerti prinsip yang terdapat dalam 2Korintus 5:14-15 dan Filipi 1:21. Hidup untuk kepentingan Kristus artinya hidup bagi pemberitaan karya salib Tuhan, hidup untuk pelebaran Kerajaan Allah agar jiwa-jiwa yang belum diselamatkan dapat terselamatkan oleh Tuhan sendiri. Tentu saja orang-orang yang mengusahakan keselamatan orang lain harus sudah mengalami keselamatannya sendiri. Dengan demikianlah kita memenuhi apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, yaitu mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kalau seseorang belum bisa mengasihi diri sendiri, maka ia tidak dapat mengasihi orang lain. Kalau seseorang belum menyelamatkan dirinya sendiri maka ia tidak dapat menyelamatkan orang lain.

Dalam Kolose 3:4 Alkitab berkata: “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah”. Kalimat ini sering tidak dimengerti orang banyak orang Kristen yang tidak rela kehilangan “kehidupannya”. Padahal jelas Alkitab katakan bahwa kamu telah mati. Ketidakrelaan ini sangat merugikan kita sendiri. Memang berat dan kedengarannya aneh benar, tetapi inilah jalan sukses kehidupan Kristen yang sejati.Karena ini adalah hal yang penting dalam kehidupan ini maka Tuhan Yesus berkata: Kalau kamu mau mengikut aku kamu harus menyangkal diri dan memikul salib.3 Kata “kehilangan nyawa” pada ayat 25 berarti kehilangan kehidupan atau mati bersama dengan Kristus dan hidup dalam kehidupan yang baru. Untuk penggarapan ini kadang Tuhan perlu meremukkan kita dengan segala cara, bahkan sampai tingkat sangat menyakitkan, tetapi inilah jalan berkat yang Bapa sediakan bagi kita. Untuk ini haruslah kita berpikir seperti yang dianjurkan Paulus oleh ilham Roh: Pikirkan perkara yang di atas, carilah perkara yang di atas; yang mana ini sejajar dengan perkataan Tuhan Yesus “kumpulkan harta di surga bukan di bumi”.

Kekristenan yang sejati seperti ini sudah nyaris tidak terdengar lagi, sebab kebenaran ini telah digantikan dengan kebenaran manusia yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Tetapi ajaran yang salah tersebut justru yang laris di pasaran, diminati sebagain besar orang Kristen. Sebagai akibatnya, bangunan iman Kristen yang benar tidak pernah bisa terbangun dalam kehidupan orang-orang Kristen. Penyesatan ini begitu meluas di seluruh dunia. Sampai-sampai justru ajaran yang benar yang dianggap sesat, sebab standar kebenaran mereka adalah ajaran yang meleset dari kebenaran.

1) Matius 6:21; 2) Lukas 4:5-8 ; 3) Matius 16:24-25

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.