13. HARUS ADA USAHA

Terkait dengan perubahan perilaku, Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa perilaku orang percaya dapat berubah secara ajaib, mistis, otomatis atau dengan sendirinya dan bersifat mukjizat. Perubahan perilaku harus terjadi melalui sebuah proses yang ketat. Di alam kawasan materi atau lahiriah, paralel dengan kawasan rohani. Sebagaimana proses pertumbuhan fisik adalah proses natural melalui perubahan atau pertumbuhan bertahap yang ketat, demikian pula dengan perubahan atau pertumbuhan rohani, yaitu moral atau etika atau manusia batiniah yang terkristal dalam perilakunya. Itulah sebabnya ada panggilan bagi orang percaya untuk masuk dalam proses pemuridan. Panggilan untuk dimuridkan guna mengalami perubahan atau pertumbuhan ini suatu kemutlakkan yang tidak boleh dihindari atau ditolak oleh orang percaya. Menolak proses ini berarti menolak keselamatan, sebab keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula. Dalam hal ini nampak apakah seseorang benar-benar memiliki keselamatan sejak di bumi ini, yaitu melalui perilaku yang diubah semakin sempurna.

Untuk hal ini tidak bisa tidak, harus ada usaha individu guna perubahan atau pertumbuhan tersebut. Itu adalah usaha untuk memperoleh atau mengalami perubahan atau pertumbuhan ke arah yang lebih baik. Ke arah yang lebih baik maksudnya ke arah di mana seseorang bisa berkeadaan utuh, lengkap atau tidak kurang, artinya diusahakan menjadi manusia seperti rancangan semula Allah. Berkeadaan tidak bercacat dan tidak bercela, artinya sudah dianggap cukup oleh Allah berdasarkan tuntutan atau porsi yang ditetapkan kepada masing-masing individu, sebab yang diberi banyak dituntut banyak atau sebaliknya yang diberi sedikit dituntut sedikit. Ini berarti telah selesai, tuntas, yaitu waktu yang disediakan Allah sudah habis, diharapkan seseorang sudah menjadi manusia seperti yang ditargetkan Allah pada dirinya. Sempurna berarti juga teratur, bekerja secara benar, sampai tujuan atau mencapai yang ditargetkan dan baik sekali. Ini artinya sejak di dunia seseorang yang diproses untuk menjadi sempurna sudah dapat berfungsi sebagai anak-anak Allah yang menjadi terang dan garam bagi sesamanya. Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang menyenangkan hati Allah dan menjadi berkat bagi sesama.

Oleh karena tatanan di atas, maka tidak bisa tidak untuk berubah atau mengalami pertumbuhan harus ada usaha individu. Kita sebagai orang yang terpanggil untuk mengalami perubahan atau pertumbuhan ke arah Kristus (semakin serupa dengan Yesus) harus bersedia diubahkan. Untuk ini kita harus berusaha dengan segenap hidup. Memang hidup ini hanya untuk mengalami perubahan dan pertumbuhan menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah yang prototipe atau modelnya adalah Tuhan Yesus. Ini bukan usaha untuk mencari atau mencapai keselamatan dengan perbuatan baik, tetapi usaha untuk meresponi anugerah Allah dan menghargainya, yaitu memenuhi maksud keselamatan itu diberikan. Jadi usaha ini tidak merusak prinsip utama sola gratia (hanya oleh anugerah) dan sola fide (hanya oleh iman).

Usaha mengalami perubahan dan pertumbuhan adalah usaha untuk menggenapi sola scriptura, artinya hanya oleh Firman. Firman tidak dapat dengan sendirinya tergores dalam pikiran kalau tidak dibaca, dipelajari dan diusahakan untuk dilakukan. Dengan keseriusan memahami Logos secara konsekuen dan konsisten secara kognitif, maka seseorang akan memperoleh Rhema melalui berbagai peristiwa. Rhema inilah yang menjadi makanan rohani dan menumbuhkan iman yang sejati (Mat. 4:4; Rm. 10:17). Sebagaimana kalau mau pintar seseorang harus rajin belajar, kalau mau cakap dan ahli harus banyak berlatih, kalau mau kuat dan sehat harus memiliki pola hidup dan pola makan yang baik serta berolahraga. Demikian pula kalau mau berubah dan bertumbuh menjadi semakin baik, harus ada usaha yang sungguh-sungguh. Hal ini hendaknya tidak dipahami sebagai usaha untuk menyombongkan diri serta anthroposentris.

Dalam banyak bagian di Alkitab terdapat sangat banyak ayat yang menunjukkan bahwa orang percaya harus memiliki usaha untuk bertumbuh guna menjadi sempurna. Untuk ini dibutuhkan ketekunan. Ketekunan membawa seseorang kepada kesempurnaan seperti yang dikatakan Yakobus: Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun (Yak. 1:4). Tuhan Yesus sendiri menyatakan: Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (Mat. 24:13). Kata “bertahan” dalam ayat ini adalah hupomone (ὑπομονή), sama dengan kata “bertekun” dalam Yakobus 1:4. Ayat dalam Ibrani 12:1-2 sangat jelas menunjukkan adanya perlombaan yang diwajibkan, yaitu memiliki iman yang sempurna. Ini berarti penurutan yang sempurna kepada kehendak Allah seperti yang telah dijalani oleh Yesus (Ibr. 12:3-5).

Bagikan melalui:
Bookmark the permalink.

Comments are closed.